Keluarga Sutrimo di Banyumas Mengikhlaskan Kematian Almarhum
Keluarga almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih untuk tidak menerima kedatangan wartawan pada Selasa (28/7/2026). Pihak keluarga menegaskan telah mengikhlaskan kepergian almarhum yang sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di Jakarta Selatan. Kondisi rumah duka berukuran kecil bernuansa modern tersebut terpantau sepi tanpa ada aktivitas menonjol.
Salah satu anggota keluarga korban mendatangi media di depan rumah untuk memberikan pernyataan singkat mengenai kondisi orang tua almarhum. "Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang. Mohon maaf kami tidak bisa menerima (kedatangan wartawan), keluarga sudah mengikhlaskan," kata Ardi, anggota keluarga almarhum Sutrimo.
Berdasarkan keterangan warga setempat, proses pemakaman almarhum telah dilaksanakan beberapa hari sebelum kedatangan media. Jenazah dibawa ke desa tersebut pada malam hari dan langsung dimakamkan oleh masyarakat setempat.
"Jenazah sampai sini sekitar pukul 22.00 WIB, kemudian dimakamkan sekitar pukul 00.00 WIB," kata seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya. Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.