Suntikan Vitamin K Cegah Risiko Pendarahan Otak Bayi Baru Lahir
Suntikan vitamin K pada bayi yang baru lahir merupakan langkah pencegahan kritis untuk menekan risiko pendarahan hebat yang mengancam jiwa. Langkah medis ini terbukti efektif melindungi bayi dari komplikasi fatal pada bulan-bulan pertama kehidupannya.
Bayi dilahirkan dengan kadar vitamin K yang sangat rendah karena nutrisi larut lemak ini tidak menembus plasenta secara optimal. Selain itu, kandungan vitamin K dalam ASI tergolong rendah, sementara mikrobioma usus bayi belum terbentuk sempurna untuk memproduksinya secara mandiri.
Prosedur pemberian nutrisi ini dilakukan melalui satu suntikan intramuskular pada area paha bayi. Intervensi pencegahan ini membantu proses pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang pada masa awal tumbuh kembang anak.
Dokter spesialis kedaruratan pediatrik di Rumah Sakit Johns Hopkins, Mary Beth Howard, MD, MSc, memaparkan efektivitas prosedur medis ini. Sebagaimana dikutip dari HaiBunda melalui situs resmi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, ia menyampaikan pandangannya mengenai pemberian nutrisi tersebut.
"Suntikan vitamin K adalah salah satu intervensi pencegahan tertua, teraman, dan paling efektif dalam pengobatan bayi baru lahir," kata Mary Beth Howard, MD, MSc.
"Sangat penting agar semua bayi menerimanya," ujar Mary Beth Howard, MD, MSc.
Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa bayi tanpa suntikan vitamin K berisiko 80 kali lebih tinggi mengalami pendarahan berat. Area pendarahan paling sering terjadi di bagian otak, di mana satu dari lima bayi yang terdampak berisiko meninggal dunia.
Rekomendasi medis standar menyarankan pemberian suntikan intramuskular dosis tunggal sebesar 0,5 mg hingga 1,0 mg dalam rentang 6 jam pertama setelah persalinan. Dosis ini melindungi bayi sebelum mereka dapat memproduksi vitamin K sendiri atau mengonsumsi makanan pendamping ASI di usia 4–6 bulan.
Beberapa negara memberikan opsi alternatif berupa vitamin K tetes oral. Namun, metode tetes memerlukan tiga kali pemberian: saat lahir, hari ke-3 hingga ke-5, serta pada minggu keempat khusus bagi bayi yang menerima ASI eksklusif.
Pemberian suntikan vitamin K menjadi metode utama dalam mencegah kondisi VKDB (Vitamin K-Dependent Bleeding). Layanan pencegahan ini aman dan umumnya tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah.