PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Kalsel dan Kalteng Akibat Kerusakan Pembangkit
PT PLN (Persero) memberlakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akibat keterbatasan pasokan daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan sejak beberapa hari terakhir hingga Senin, 27 Juli 2026.
Penurunan kemampuan pasok daya tersebut dipicu oleh gangguan generator di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut. Selain itu, terjadi kebocoran pipa boiler dan turbin pada unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) serta gangguan di PLTGU Muara Teweh.
Kondisi ini memicu pemadaman bergilir dengan durasi lima hingga enam jam. Dampak pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan UMKM, tetapi juga menyebabkan lumpuhnya jaringan telekomunikasi di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, akibat habisnya daya cadangan menara BTS.
Pemerintah daerah bersama PLN terus memantau penanganan gangguan kelistrikan ini agar sistem interkoneksi dapat kembali pulih secara bertahap.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyatakan telah berkoordinasi dengan PLN UID Kalselteng untuk memantau percepatan pemulihan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor usaha.
"Saat ini ada kebocoran boiler pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah yang sedang diperbaiki. Selain itu juga ada kerusakan generator di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. Jadi ada dua gangguan yang masih dalam proses perbaikan," ujar Muhidin.
Gubernur Kalsel mengimbau warga untuk menghemat penggunaan daya guna menjaga kelancaran proses pemulihan sistem kelistrikan.
"Saya minta kepada masyarakat, kalau bisa mengurangi pemakaian listrik sekitar 40 persen saja, terutama malam hari. Insya Allah dengan begitu sistem bisa lebih stabil sehingga pasokan listrik dapat dinikmati secara merata," kata Muhidin.
Gubernur Muhidin juga menambahkan bahwa koordinasi dengan PLN mengindikasikan krisis energi ini diperkirakan mereda setelah perbaikan selesai.
"Berdasarkan informasi yang kita terima dari General Manager PLN, saat ini terjadi kerusakan pada boiler salah satu unit PLTU Asam-asam. Di sisi lain kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kalimantan Tengah juga belum selesai diperbaiki," tutur Muhidin.
Ia pun mengimbau publik untuk tetap bersabar menghadapi giliran pemadaman aliran listrik.
"Kita meminta masyarakat bersabar menghadapi pemadaman listrik. Pihak PLN menargetkan awal Agustus perbaikan pembangkit selesai dan krisis listrik dapat teratasi," ujarnya.
Dari pihak pengelola keandalan listrik, manajemen PLN menjelaskan langkah penanganan teknis yang sedang berjalan di lapangan.
"Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung," ujar General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono.
Jajaran pimpinan daerah di Kalimantan Tengah turut menyoroti dampak pemadaman yang terjadi secara berulang.
"Saya kira keterbukaan informasi publik dari pihak PLN sangat perlu. Kita harus bisa menerima masukan dari berbagai pihak dan masyarakat. Keterbukaan ini sangat penting dalam rangka evaluasi dan koreksi diri," ujar Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo.
Edy menekankan bahwa kelancaran arus listrik sangat krusial bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Dalam situasi sekarang ini, kita harapkan jangan lagi masyarakat kita dibebani dengan hal-hal yang memberatkan. Karena semua sektor sekarang menggunakan listrik, jadi harus kita prioritaskan," tegas Edy.
Mengenai ketersediaan pasokan, Wakil Gubernur Kalteng berharap penghentian aliran listrik sementara dapat diminimalkan.
"Nanti coba kita cek lagi, mungkin ada kendala teknis di mana. Sepanjang pasokan listrik tersedia, sumber tenaga mencukupi, termasuk bahan bakarnya, kita berharap PLN tidak melakukan pemadaman," katanya.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin juga meminta keterbukaan jadwal agar warga dapat mengantisipasi dampak pemadaman.
"Yang pertama, informasi dulu kepada warga. Kalau ada pemadaman yang dilanjutkan, mohon dari pihak PLN memberikan statement supaya membuat ketenangan di masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui ini kenapa dan jadwalnya seperti apa," kata Fairid.
Fairid menegaskan perlunya penjelasan resmi kepada media dan publik terkait gangguan ini.
"Saya juga akan koordinasi. Tetapi kiranya pihak PLN bisa memberikan konfirmasi, memberikan penjelasan kepada rekan-rekan media dan masyarakat," ujarnya.
Terkait sektor produktif warga, Wali Kota Palangka Raya memberikan perhatian khusus pada kelancaran dunia usaha.
"Yang lebih saya tekankan adalah aktivitas perekonomian warga," tegas Fairid.
Untuk sektor kesehatan, Fairid menyampaikan bahwa rumah sakit sudah dilengkapi dengan pasokan cadangan mandiri.
"Rumah sakit itu memiliki standar. Salah satunya harus ada genset yang bekerja secara otomatis. Tetapi pelayanan publik, khususnya pelayanan dasar terutama kesehatan, kalau bisa jangan sampai terkena dampak," jelas Fairid.
Di tingkat operasional wilayah, jajaran PLN menjelaskan kondisi pemeliharaan pembangkit yang masih berlangsung.
"Hal ini karena masih terdapat keterbatasan kemampuan pasok daya, terutama pada periode beban puncak. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih berlangsungnya proses pemeliharaan dan pemulihan pada sejumlah unit pembangkit, sehingga kemampuan pasok sistem belum sepenuhnya optimal," ujar Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya Gian Wijaya.
Pihak unit pelayanan PLN di daerah juga memberikan penjelasan terkait jangka waktu pemulihan.
"Mohon maaf sampai saat ini kami belum punya informasi terkait estimasi tersebut. Setelah ada nanti kami sampaikan pada kesempatan pertama," ujar Manajer PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun Agung Darmawan.
Dampak pemadaman turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha transportasi berbasis digital.
"Saya tidak bisa mendapatkan pelanggan sama sekali karena tidak ada jaringan. Begitu listrik padam, aplikasi langsung offline," kata Muclish, seorang pengemudi ojek online di Pangkalan Bun.
Selain masalah pada PLTU Asam-Asam dan pembangkit IPP, kondisi kemarau turut memicu penurunan debit air waduk Riam Kanan yang menjadi sumber air baku PLTA Ir PM Noor di Kabupaten Banjar, sehingga pembangkit berkapasitas 30 megawatt tersebut saat ini hanya beroperasi satu unit sebesar 10 megawatt.