Media Vietnam Jagokan Indonesia Jadi Pesaing Utama Grup A Piala AFF
Sejumlah media Vietnam menempatkan Timnas Indonesia sebagai salah satu kandidat kuat juara sekaligus rival terberat di Grup A Piala AFF 2026 jelang laga perdana melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026). Sorotan dari media Vietnam, The Thao 247, tertuju pada komitmen federasi serta besarnya investasi yang dikucurkan PSSI dalam membangun kedalaman amunisi skuad Garuda untuk bersaing di tingkat regional. "Indonesia dinilai oleh banyak pengamat sebagai kandidat terkuat juara Piala AFF 2026, berkat investasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir serta komitmen tinggi dari PSSI," tulis The Thao 247.
Meski tidak bisa menurunkan seluruh pemain yang merumput di Eropa karena turnamen ini tidak masuk kalender resmi FIFA, kekuatan Indonesia dinilai tetap solid. Kehadiran para pemain keturunan yang berkompetisi di Liga 1 dianggap menjadi nilai tambah bagi pelatih John Herdman.
"Menariknya, banyak pemain naturalisasi Indonesia saat ini merumput di liga domestik. Hal ini memudahkan staf pelatih untuk memantau performa, merancang strategi, serta menjaga kekompakan tim menjelang turnamen," lanjut media tersebut. Pandangan serupa juga disampaikan media Vietnam lainnya, Thanh Nien Newspaper, yang menilai peta persaingan Grup A akan didominasi oleh Indonesia dan Vietnam.
"Di Grup A, jika tim-tim bermain dengan potensi penuh mereka, dua tempat di semifinal hampir pasti akan diraih oleh Vietnam dan Indonesia karena Singapura, Kamboja, dan Timor Leste jauh lebih rendah dalam hal tingkat kemampuan," tulis Thanh Nien. Persaingan ketat diperkirakan langsung tersaji sejak babak awal. Kendati Indonesia berpeluang mengamankan tiga poin atas Kamboja, keunggulan selisih gol Vietnam usai menang 7-0 atas Timor Leste sulit disalip dalam waktu dekat.
"Dengan Vietnam bermain tandang di babak kedua, Indonesia memiliki peluang bagus untuk mengamankan 3 poin dan menyamai poin di klasemen dengan tim asuhan pelatih Kim Sang-sik. Namun, peluang Indonesia untuk menyalip Vietnam di Grup A setelah babak kedua kompetisi ini tipis," Thanh Nien Newspaper menuliskan. Media tersebut juga menyoroti potensi perlawanan tim Garuda saat kedua negara bertemu nanti.
"Kemenangan telak 7-0 atas Timor-Leste di pertandingan pembuka memberi Vietnam keunggulan gol yang besar. Indonesia mampu mengendalikan permainan dan mengalahkan Kamboja dengan selisih gol yang besar, tetapi meraih kemenangan telak dengan selisih 7 gol atau lebih sangat tidak mungkin," tambah Thanh Nien.
Kedalaman materi pemain Indonesia dianggap tetap berbahaya meskipun beberapa pemain pilar absen.
"Lawan terberat Vietnam di Grup A tak diragukan lagi adalah Indonesia," tulis Thanh Nien. Absennya sejumlah nama dari klub Eropa diprediksi tidak mengikis secara signifikan peta kekuatan tim. "Klub-klub Eropa tidak diwajibkan untuk melepas pemain mereka, sehingga menyulitkan John Herdman untuk memanggil semua bintang yang saat ini bermain untuk tim-tim Eropa," tulis Thanh Nien.
Pemain yang merumput di kompetisi lokal kini diandalkan untuk menopang stabilitas tim.
"Namun, skuad Indonesia tetap sangat kuat berkat sejumlah pemain naturalisasi keturunan Belanda yang pindah untuk bermain di Liga 1 Indonesia agar lolos kualifikasi," tulis Thanh Nien. Beberapa nama pemain berpengalaman di Liga 1 diprediksi memegang peran sentral selama fase grup.
"Contoh yang menonjol termasuk Thom Haye, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders, semuanya bermain untuk Persib Bandung, dan Jordi Amat untuk Persija Jakarta," tulis Thanh Nien. Faktor kualitas materi tim dinilai tetap menempatkan Indonesia di jajaran teratas calon kontender.
"Dengan kata lain, Indonesia mungkin tidak menurunkan skuad terkuatnya, tetapi tetap merupakan tim yang diinvestasikan dengan baik dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni, bisa dibilang yang terbaik di kawasan ini," tulis Thanh Nien. Kewaspadaan ekstra pun diingatkan kepada skuad Vietnam jelang bentrokan kedua tim. "Vietnam sama sekali tidak boleh lengah melawan tim Indonesia yang masih memiliki banyak senjata yang dapat diandalkan," tambah media tersebut.
Di sisi lain, mantan pemain Timnas Indonesia, Erol Iba, mengingatkan para juniornya agar menjaga ketenangan dan mengontrol emosi saat berhadapan dengan Vietnam pada laga yang dijadwalkan berlangsung 3 Agustus 2026.
"Ada pesan ke pemain terutama saat melawan Vietnam," ucap Erol Iba kepada awak media. Disiplin taktik dinilai Erol menjadi kunci utama meredam permainan keras lawan. "Kalau bisa jangan terpancing," kata Erol Iba.
Pengalaman bertanding di masa lalu dijadikan referensi bagi skuad Garuda.
"Tetap bermain sesuai skema pelatih dan jangan emosi," ucap Erol Iba. Karakter permainan Vietnam disebut Erol memerlukan ketahanan mental yang kuat dari para pemain.
"Vietnam dari dulu itu udah bermain keras dan cenderung sedikit brutal," kata Erol Iba. Ia membandingkan gaya bertanding Vietnam dengan tim Asia Tenggara lainnya.
"Kalau Myanmar keras juga tapi gak brutal," kata Erol Iba. Persaingan ketat di fase grup dipastikan menguji ambisi Indonesia untuk meraih trofi perdana sepanjang sejarah turnamen. "Jadi pertandingannya sangat berat dan itu sudah saya rasakan," tutup Erol Iba.