Pemerintah Klaim Stok Pangan Nasional Surplus di Tengah Proteksi Global
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan komoditas pangan pokok nasional saat ini berada dalam kondisi surplus dan mandiri di tengah kebijakan proteksi ekspor oleh berbagai negara luar, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (27/7/2026).
Kondisi aman tersebut mencakup komoditas utama seperti beras, jagung, gula konsumsi, telur, ayam, hingga ikan, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa bergantung pada pasokan impor.
"Oleh karena itu kita mesti swasembada, terutama pangan pokok. Pangan pokok itu beras. Alhamdulillah, kita setahun sudah surplus. Jagung sudah, gula untuk konsumsi sudah, telur sudah, ayam sudah, ikan sudah," ungkap Zulkifli Hasan di Bidakara, Jakarta Selatan.
Menko Pangan menekankan bahwa negara-negara lain saat ini cenderung mengamankan pasokan domestik masing-masing, sehingga Indonesia dituntut untuk mengandalkan kemampuan sendiri.
"Tidak ada negara lain yang mau membuat kita, membantu kita. Dalam situasi dunia seperti ini, kita harus membantu diri kita sendiri," ujar Zulkifli Hasan.
Prinsip kemandirian ini dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi global ke depan.
"Jadi, cukup ketahanan pangan kita untuk kita mandiri, tidak tergantung pada siapa pun. Alhamdulillah, sudah kita dukung sekarang," kata Zulkifli Hasan.
Pemerintah juga mendorong penguatan pada aspek energi agar sejalan dengan kedaulatan sektor pangan nasional.
"Jadi memang ketahanan pangan dan ketahanan energi harus betul-betul kita berdiri di atas kaki sendiri," imbuhnya.
Selain menjaga ketersediaan bahan pokok, pemerintah kini mulai mengarahkan strategi nasional ke pengembangan bahan bakar terbarukan berbasis komoditas pertanian lokal.
Setelah keberhasilan program biofuel berbasis solar, pemerintah menyiapkan peluncuran bahan bakar bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10 dari komoditas tebu, singkong, dan jagung.
"Sekarang lagi bergerak ke energi. Solar sudah, habis ini nanti bensin kita akan buat E10 dulu. Etanol itu bisa dari singkong, jagung, bisa dari tebu. Kita buat bertahap," ujarnya.