Danantara Targetkan Restrukturisasi Utang BUMN Karya Selesai Akhir 2026

Share

Badan Pengaturan BUMN dan Danantara tengah memproses penanganan restrukturisasi utang BUMN Karya yang menjalar hingga ke tingkat anak dan cucu perusahaan, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026 di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengonfirmasi persoalan beban liabilitas besar yang dihadapi oleh sektor usaha konstruksi milik negara tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Masalah utang ini tercatat tidak hanya membebani induk usaha, melainkan juga dialami oleh puluhan entitas anak serta cucu perusahaan di bawah naungan BUMN Karya.

"Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar. Utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah," ujar Dony di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Setiap BUMN Karya diketahui memiliki lebih dari 20 anak perusahaan yang masing-masing mempunyai anak usaha lagi, sehingga proses penyelesaian penanganan beban keuangan harus dilakukan secara bertahap.

"Bisa bayangkan masing-masing punya anak perusahaan lebih dari 20. Jadi dengan begini sebetulnya bisa membayangkan seperti apa kita bekerja menyelesaikan satu per satu. Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan.

Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu.

Inilah yang memakan waktu," jelas Dony.

Meskipun opsi merger maupun pempailitan dapat diambil secara cepat, Danantara memilih langkah penuh kehati-hatian guna menjaga ekosistem industri mengingat total utang akumulasi mencapai ratusan triliun rupiah.

"Tapi kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali.

Inilah yang memakan waktu yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu karena dampaknya itu kan ratusan triliun utang mereka. Ini yang total di antara perusahaan-perusahaan karya itu.

Inilah yang pelan-pelan mesti dibereskan," terangnya.

Mengenai kepastian jadwal penyelesaian, manajemen Danantara terus mengupayakan agar seluruh rangkaian proses penyelesaian beban keuangan tersebut dapat rampung menjelang akhir tahun ini.

"Ini saya nggak bisa pastikan karena berproses terus. Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai. Tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit," ujar Dony.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author