Aksi Makan Spaghetti Menggunakan Tangan di Media Sosial Memicu Perdebatan Netizen
Unggahan video yang memperlihatkan seorang perempuan berhijab menyantap spaghetti tanpa alat makan memicu perdebatan sengit di platform X. Rekaman tersebut memperlihatkan aksi mengambil serta menggulung pasta menggunakan jemari secara langsung sebelum dimakan.
Aksi menyantap spaghetti dengan tangan ini mengundang ribuan tanggapan dari para pengguna platform tersebut. Dikutip dari Detik Food yang melansir The Daily Dot pada 24 Juli 2026, rekaman tersebut beredar tanpa menyertakan keterangan identitas perempuan, lokasi pengambilan gambar, maupun alasan di balik tindakannya.
Sejumlah pengguna internet mengaku heran karena terbiasa menikmati pasta menggunakan garpu. Namun, sebagian tanggapan justru berkembang ke arah komentar provokatif hingga menyinggung isu budaya dan pandangan rasis.
"Inilah kenyataan ketika perilaku dari negara dunia ketiga (third world country) dibawa ke negara dunia pertama (first world country). Deportasi mereka semua!" ujar salah satu pengguna X dalam komentar pedasnya.
Netizen lain juga memberikan kritik tajam terkait cara menyantap hidangan tersebut. "Ini menjijikkan. Mereka harus belajar cara makan yang benar," tulis seorang netizen.
"Sekalipun makan dengan tangan itu budaya mereka, seharusnya dia tidak makan spaghetti dengan cara seperti itu," tambah netizen lainnya.
Sorotan publik juga tertuju pada cara memegang makanan sebelum dikonsumsi. Padahal, kebiasaan menyantap hidangan secara langsung dengan jemari merupakan tradisi lumrah di pelbagai kawasan dunia, termasuk Indonesia, Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika dengan menerapkan aturan kebersihan tertentu.
Perdebatan di media sosial makin meluas hingga menyentuh topik imigran. Latar belakang video sebenarnya hanya menampilkan sosok perempuan yang duduk di depan sepiring spaghetti dengan dinding polos tanpa petunjuk lokasi maupun negara tempat tinggal.
Hingga saat ini, sosok perempuan yang berada di dalam video viral tersebut belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi di media sosial.