Polres Tabanan Selidiki Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam Hingga Tewas

Share

Aparat Polres Tabanan mengusut tuntas aksi pengeroyokan massa yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Baturiti, Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Pengusutan hukum tetap berjalan meski keluarga korban memilih mengikhlaskan kematian KD yang dituduh mencuri ayam aduan warga sekitar pukul 01.30 WITA tersebut.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengonfirmasi bahwa kepolisian memproses dua sisi kejadian, baik aspek dugaan pencurian maupun tindak kekerasan massa.

"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7/2026).

Penyidik telah mengumpulkan bahan keterangan guna mengidentifikasi jajaran pelaku pengeroyokan yang berujung maut ini.

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," imbuhnya.

Di sisi lain, Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama membeberkan kondisi keluarga almarhum yang kini kehilangan sosok tulang punggung.

"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi Minggu (26/7/2026).

Masyarakat diimbau tidak menghakimi terduga pelaku kejahatan secara sewenang-wenang mengingat penanganan pidana merupakan wewenang penuh aparat.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," imbuhnya.

Proses penjemputan jenazah korban meninggalkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah desa setempat.

"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujarnya.

Guna mencegah konflik lebih lanjut, keluarga KD memutuskan menganggap peristiwa mengenaskan tersebut sebagai musibah murni.

"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujarnya.

Penegakan hukum tetap dipandang sebagai standar utama dalam penyelesaian dugaan tindak pidana di masyarakat.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author