Misteri Ribuan Warga Asing Tewas Bertempur dalam Perang Rusia-Ukraina

Share

Sedikitnya 3.586 warga negara asing dari lebih dari 40 negara tewas saat bertempur untuk Rusia sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina, menurut investigasi BBC. Mereka yang tewas mencakup narapidana yang direkrut dari penjara-penjara di Rusia, para migran yang mengaku dipaksa atau ditipu untuk bergabung, sukarelawan yang tergiur gaji tinggi, serta pasukan reguler Korea Utara yang dikirim berdasarkan kesepakatan antara Moskow dan Pyongyang. BBC Rusia dan media independen Mediazona melacak korban tewas yang telah terverifikasi di pihak Rusia dengan menggunakan informasi sumber terbuka, seperti pengumuman resmi, unggahan di media sosial yang memuat pesan dan foto makam, serta dokumentasi acara peringatan terkait perang.

Salah satu nama dalam daftar tersebut adalah Edson Kamwesigye, warga Uganda.

Menurut keluarganya, Edson percaya bahwa dia berangkat ke Rusia untuk bekerja sebagai petugas keamanan. Istrinya, Carolina Mukuza, mengatakan kepada media bahwa pria Uganda berusia 45 tahun itu pernah bekerja sebagai petugas keamanan di Irak dan Afghanistan pada dekade 2000-an.

Namun, menurut sang istri, Edson tidak pernah terlibat dalam pertempuran secara langsung. Setelah pekerjaan sebagai petugas keamanan di luar negeri tidak lagi tersedia, dia kembali ke Uganda.

Di sana, dia bekerja sebagai sopir taksi dan mencoba bertani. Tetapi, penghasilannya nyaris tidak cukup untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Pada Desember 2025, Edson memberi tahu keluarganya bahwa dia telah mendapatkan pekerjaan baru sebagai petugas keamanan, kali ini di Rusia.

Namun, pada 16 Januari tahun ini, dia menghubungi istrinya dengan kabar yang berbeda.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author