Diarra Annisa Mengaku Tak Beban Jadi Putri Alya Rohali

Share

Menjadi anak dari figur publik tidak membuat Diarra Annisa Rachbini merasa terbebani oleh ekspektasi masyarakat. Putri dari Alya Rohali ini justru memanfaatkan nama besar sang ibu sebagai sarana pemacu semangat.

Seperti dilansir dari Detik Hot, Diarra mengungkapkan bahwa ibunya tidak pernah memaksakan kehendak agar dirinya meniru jalur karier atau pencapaian yang sama.

"Kalau pressure, sebenarnya aku nggak pernah ngerasa seperti itu. Dari dulu justru aku menjadikannya sebagai motivasi. Mama juga nggak pernah bilang kalau aku harus jadi seperti beliau.

Yang selalu Mama bilang adalah aku harus jadi diri sendiri, punya karakter sendiri. Memang banyak hal yang aku pelajari dari Mama, tapi tetap aku jalani dengan caraku sendiri," kata Diarra saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Keinginan untuk membentuk identitas mandiri mendorong Diarra mendaftar di ajang Abang None Jakarta Barat 2026 pada usia 18 tahun. Langkah tersebut sempat memicu kekhawatiran dari Alya Rohali yang menginginkan putrinya mendahulukan pendidikan tinggi.

"Sebenarnya karena aku masih 18 tahun, Mama memang sempat bilang, 'Kuliah dulu aja'. Aku juga sempat kepikiran hal yang sama, tapi di saat yang bersamaan, aku merasa ini waktu yang tepat karena kebetulan lagi libur kuliah," ungkapnya.

Di balik perbedaan pandangan awal mengenai jadwal kegiatan, ibu dan anak ini mengakui memiliki banyak kesamaan sifat. Salah satunya adalah perhatian ekstra terhadap penampilan fisik sehari-hari.

"Kita berdua lagi-lagi. Iya, aku. Maksudnya kalau aku tuh fashionista, jadi makeup, pakaian, rambut, semuanya harus terlihat bagus.

Everything has to be nice. Kalau mau keluar, misalnya pilih-pilih juga. Harus tetap rapi dan sesuai," ujar Alya Rohali sambil tertawa.

Presenter berusia 49 tahun tersebut menjelaskan alasan di balik rasa khawatirnya saat Diarra memutuskan ikut seleksi. Rasa cemas itu berakar dari pengalaman masa lalunya sendiri ketika pertama kali menjajal ajang serupa.

Kala itu, sang ayah meminta Alya untuk tetap menomorsatukan pendidikan akademik di atas kegiatan luar kampus.

"Mungkin pressure yang paling terasa justru karena di keluarga, aku orang pertama yang ikut ajang seperti ini. Papa sebenarnya bukan nggak mendukung, tapi beliau lebih ingin aku fokus sekolah dan kuliah dulu. Makanya aku pengin membuktikan kalau ikut Abang None bukan berarti prestasi akademik jadi terganggu," jelas Alya Rohali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author