Casey Stoner Tegaskan Tak Akan Bagikan Ilmu Balap Gratis Lagi
Mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner menegaskan tidak akan lagi membagikan ilmu balapnya secara gratis kepada siapa pun. Pernyataan tersebut disampaikan Stoner saat menghadiri World Ducati Week dan Goodwood Festival of Speed pada Juli 2026.
Keputusan tersebut diambil meski juara bertahan Francesco Bagnaia dan Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi secara terbuka menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan Stoner selama beberapa musim terakhir.
Stoner mengungkapkan kegembiraannya dapat menghadiri dua ajang otomotif besar tersebut secara berurutan dalam rentang waktu yang berdekatan.
"Menurut saya, keduanya merupakan acara yang luar biasa dan sangat menyenangkan bahwa keduanya berlangsung berdekatan, sehingga saya bisa ikut serta di keduanya. Goodwood adalah tempat yang selalu saya nantikan untuk dikunjungi kembali. Menurut saya, pendekatan yang saya ambil sama baik di sini maupun di WDW. Rasanya luar biasa, kami menghabiskan waktu yang indah di Misano dan setelah itu saya langsung datang ke sini untuk mengikuti balapan menanjak, dan saya akan melakukannya beberapa kali," kata Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Legenda balap asal Australia tersebut juga memuji atmosfer unik yang disajikan Festival Goodwood karena menghadirkan berbagai kendaraan bersejarah hingga modern yang beraksi secara langsung.
"Di sini ada sesuatu yang istimewa untuk semua orang. Menurut saya, inilah yang membuat Goodwood istimewa, karena kamu tidak akan menemukan semua hal ini berkumpul di satu tempat di mana pun. Mulai dari potongan-potongan sejarah balap hingga mobil dan motor modern.
Menurutku, ini adalah sesuatu yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain, paling-paling di beberapa pameran mobil, tapi di sana semuanya diam saja. Setidaknya di sini kamu bisa melihat kendaraan-kendaraan ini bergerak, mencium aromanya, dan mendengar suaranya. Ini istimewa, tanpa ragu," ujar Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Meskipun mengapresiasi ucapan terima kasih dari Bagnaia, pria berusia 40 tahun itu menegaskan tidak berminat kembali ke paddock sebagai penasihat tim tanpa adanya imbalan profesional.
"Saya merindukannya, tapi saya sudah terlalu banyak mengorbankan diri dan sering kali tidak mendapatkan respons yang saya harapkan sebagai balasannya. Sepertinya tidak ada penghargaan sama sekali saat kamu melakukan hal-hal seperti ini. Merupakan kehormatan besar bagiku mendengar Pecco berterima kasih kepadaku atas hal ini, dan aku melakukannya semata-mata untuk membantunya.
Namun, di masa depan, aku tidak akan melakukan apa pun lagi tanpa imbalan. Aku tidak akan membagikan pengetahuanku secara cuma-cuma. Sayangnya, aku sudah terlalu sering melakukannya di masa lalu, dan mereka hanya akan mengusirmu begitu mereka mendapatkan pengetahuannya, lalu membuatmu menghilang.
Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku tidak akan membantu tanpa alasan, dan aku tidak akan melakukannya secara cuma-cuma. Itulah alasan utamaku," tutur Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Selain enggan membantu pembalap MotoGP tanpa kompensasi, Stoner juga membeberkan sulitnya membina pembalap muda di tanah airnya akibat keterbatasan anggaran dan fasilitas.
"Dunia balap motor di Australia benar-benar sulit saat ini, tidak ada apa-apa. Tidak ada anggaran untuk melakukan apa pun, semuanya sangat rumit, termasuk jika ingin membantu seseorang. Dan masalahnya selalu sama, butuh waktu lama dan aku tidak ingin lagi menghabiskan waktu serta energiku untuk hal yang sia-sia ketika aku punya keluarga yang harus aku urus.
Aku akan menunggu kesempatan yang tepat dan setelah itu mungkin aku akan fokus membantu. Tapi aku tidak akan memberikan pengetahuanku secara gratis kepada orang-orang yang kemudian membelakangiku dan menganggap semuanya sudah baik-baik saja. Sekarang segalanya berbeda bagiku," kata Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Kritik tajam turut dilontarkan Stoner terhadap regulasi teknis MotoGP yang dianggap terlalu bergantung pada perangkat aerodinamika serta kontrol elektronik seperti anti-highside dan stability control.
"Ya, ini sesuatu yang benar-benar menyedihkan dan sekaligus menunjukkan ke arah mana segala sesuatunya sedang bergerak. Ini bukan lagi soal menghadapi esensi murni balapan, dan itu adalah sesuatu yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras. Arah yang diambil MotoGP saat ini adalah mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah terjadi di F1.
Kita menghadapi masalah yang sama dengan aerodinamika yang semakin mendominasi; semakin banyak perangkat di motor yang sebenarnya tidak kita butuhkan. F1 sudah menyadari hal-hal ini beberapa tahun yang lalu dan bagaimanapun tetap sangat maju secara teknologi, tetapi hal itu tidak sebanding dengan cara MotoGP terus menambahkan berbagai hal. Harus ada batasan tertentu," ujar Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Keputusan menghapus Sirkuit Phillip Island dari kalender MotoGP setelah musim 2026 dan menggantikannya dengan sirkuit jalan raya di Adelaide juga tak luput dari sorotannya.
"Sepertinya mereka akan mencoba menggelar balapan di sirkuit kota. Dan menurut saya, tidak ada cara untuk membuat sirkuit kota yang cukup aman. Kita sudah melihat apa yang terjadi pada Bezzecchi di Assen, saat dia nyaris menabrak tembok pembatas.
Meskipun kita memiliki sirkuit dengan area aman yang sangat luas, motor tetap bisa menabrak tembok. Bagaimana mungkin hal itu tidak terjadi di sirkuit kota? Sejujurnya, Phillip Island memiliki lokasi yang fantastis.
Oke, memang tidak terlalu mudah untuk sampai ke sana dan segala sesuatu di sekitar sirkuit itu juga tidak mudah. Namun, justru karena sirkuitnya yang seperti itu, semuanya sepadan. Sirkuit itu selalu menghadirkan balapan-balapan terbaik setiap musim, selalu ada sesuatu yang istimewa.
Dan kini kita telah kehilangan semua itu, dan ini benar-benar sesuatu yang sangat saya sesali," tegas Casey Stoner, Mantan Pembalap MotoGP.
Mengenai regulasi mesin 850cc yang akan berlaku pada 2027, Stoner meragukan perubahan tersebut dapat meningkatkan kualitas balapan karena zona pengereman menjadi lebih pendek dan aksi menyalip berpotensi semakin sulit dilakukan.