Buron Madiun Kabur di Korea Selatan Terdeteksi di Masjid Ansan
Keberadaan Femas Yani Arianto (22), warga Madiun yang kabur dari rombongan tur dan mengalami overstay di Korea Selatan, mulai terdeteksi di kawasan Masjid Ansan atau Islam Korean Ansan Mosque, dilansir dari Detik Travel pada Senin (20/7/2026).
Otoritas setempat belum dapat melakukan penangkapan terhadap Femas karena terbentur aturan hukum yang melarang tindakan hukum di area suci keagamaan. Pihak agensi travel Berani Backpacker meneruskan temuan posisi Femas ini ke pihak berwenang setelah mendapat laporan dari para WNI di Korea Selatan.
CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani, mengonfirmasi kendala yang dihadapi otoritas imigrasi dalam membekuk Femas di lokasi tersebut.
"Info dari WNI di sana, mereka sempat komunikasi dengan Embassy. Katanya 'info dari Immigration Office, kita nggak bisa gerebek yang bersangkutan di dalam tempat ibadah di masjid tersebut. Intinya dia baru bisa ditangkap pada saat keluar dari masjid itu'," kata pria yang akrab disapa Dhani saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Informasi terbaru menyebutkan bahwa Femas telah bergeser meninggalkan area dalam masjid. Berdasarkan pemetaan agensi travel bersama WNI setempat, pemuda asal Madiun itu diyakini masih berada di sekitar kawasan Ansan.
Untuk mempercepat pencarian, pihak agensi mengadakan sayembara berhadiah paket liburan gratis ke Singapura dan Malaysia bagi WNI yang berhasil memulangkan Femas. Langkah ini diambil karena aksi pelarian tersebut dinilai egois serta berdampak buruk pada paspor Indonesia dan visa peserta tur lainnya.
Dampak langsung dari peristiwa ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen agensi travel yang menyebut seluruh rombongan mengalami imbas pada pengajuan izin ke depan.
"Karena ini merugikannya enggak hanya ke kita, tapi merugikan banyak orang. Visa orang-orang lain satu grup itu pasti terkendala. Jadi tour leader dan seluruh peserta yang ada di grup kita ketika mengajukan visa lagi untuk ke Korea bisa jadi tidak di-approve karena ada di rombongan yang sama dengan Femas yang kabur," pungkas Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, Minggu (19/7/2026).