Universitas Indonesia Lepas 120 Lulusan Mahasiswa Asing
Sebanyak 120 mahasiswa asing dari 21 negara merampungkan pendidikan mereka di Universitas Indonesia (UI). Gelaran The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students dilaksanakan di Makara Art Center, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (21/7), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Acara apresiasi tersebut dihadiri secara langsung oleh 80 lulusan internasional. Para mahasiswa ini menempuh pendidikan di 14 fakultas serta sekolah pascasarjana, mulai dari Fakultas Kedokteran, Teknik, Hukum, Ekonomi dan Bisnis, hingga Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan.
Rektor UI, Heri Hermansyah, memberikan apresiasi tinggi atas capaian akademis seluruh wisudawan internasional. Ia meyakini para lulusan akan menjadi tenaga ahli profesional di bidang masing-masing dalam kurun waktu 5 hingga 20 tahun mendatang.
"Anda bisa berkontribusi kepada lingkungan, kepada negara, kemudian berkontribusi ke kemampuan keluarga, masyarakat, negara, dan juga kemudian berkontribusi kepada dunia," tegas Heri.
Heri Hermansyah turut berharap para lulusan tetap menjaga kenangan manis tentang Indonesia. Ia menekankan pentingnya mengingat keramahan masyarakat, kebudayaan, serta jalinan persahabatan yang telah terbentuk selama masa studi.
Di antara para wisudawan, terdapat tiga mahasiswa asing yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Capaian tersebut diraih oleh Mohammed B Cesay (Ilmu Fisika) dan Ramalina Ranaivo Mikea Manitra (Ilmu Hukum) dari Madagaskar, serta Syeda Ifra Khudeja (Ilmu Farmasi) asal Pakistan.
Saat menyampaikan pidato mewakili lulusan, Ramalina Ranaivo Mikea Manitra membagikan perjalanannya menghadapi tantangan adaptasi dan proses revisi tesis yang berulang selama masa perkuliahan.
"Kami tahu bagaimana rasanya menerima komentar dari tugas kami, membuat revisi, dan kemudian membuat lebih banyak revisi. Terkadang kami berpikir kami sudah selesai, hanya untuk menemukan bahwa masih ada lebih banyak revisi yang perlu dilakukan," kelakarnya yang diikuti dengan tawa dari wisudawan lain.
Manitra menekankan bahwa setiap hambatan akademis yang dihadapi di Kampus UI justru menjadi sarana pembentukan karakter dan pendewasaan diri para mahasiswa.
"Setiap tantangan membantu kami berkembang. Melihat kembali, kita bisa melihat bahwa saat-saat yang sulit itu membuat kami menjadi versi kita hari ini," kenangnya.