Bank BPD Bali Naik Kelas KBMI 2 Usai Modal Inti Tembus Rp6 Triliun

Share

PT Bank Pembangunan Daerah Bali berhasil menorehkan sejarah baru dengan naik kelas ke jajaran Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Selasa (21/7/2026). Pencapaian ini didukung kinerja keuangan positif perseroan sepanjang Triwulan II-2026.

Penguatan modal inti Bank BPD Bali yang saat ini menembus Rp6,064 triliun menjadi pendorong utama kenaikan kelas tersebut. Angka ini telah memenuhi ketentuan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta selaras dengan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027.

Setoran modal dari Pemerintah Daerah selaku pemegang saham tercatat mencapai Rp3,63 triliun hingga Juni 2026, yang secara konsisten memperkuat permodalan bank.

"Naik kelasnya Bank BPD Bali tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur permodalan yang akan memperluas ruang ekspansi dan peningkatan kapasitas layanan tetapi juga mempertegas komitmen untuk terus bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang semakin tangguh, inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat," ujar Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma.

Kinerja keuangan perseroan menunjukkan pertumbuhan signifikan, di mana aset bank meningkat 5,75% secara tahunan (yoy) menjadi Rp42,74 triliun dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp40,41 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 3,88% menjadi Rp35,05 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) mendominasi sebesar 65,31%.

Pertumbuhan DPK tersebut didukung oleh transformasi digital melalui penguatan e-banking dan integrasi pembayaran di berbagai fasilitas publik, seperti rumah sakit, daerah tujuan wisata, dan lembaga pendidikan. Perseroan juga memperkuat aspek keamanan siber serta perluasan fitur QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, hingga QRIS Crossborder ke sejumlah negara di Asia.

Pada fungsi intermediasi, Bank BPD Bali menyalurkan kredit sebesar Rp25,85 triliun atau tumbuh 7,08% pada akhir Triwulan II-2026. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 0,94% dan NPL Nett sebesar 0,03%.

Sektor produktif dan UMKM menjadi prioritas pembiayaan. Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2026 mencapai Rp1,17 triliun dari target akhir tahun Rp1,8 triliun, dengan 73,31% dialokasikan kepada debitur baru di sektor pertanian, kelautan, dan kerajinan.

Selain itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) terealisasi Rp135,27 miliar dari pagu Rp234 miliar. Untuk program produk KUSUMA, realisasinya mencapai Rp1,72 triliun dengan outstanding Rp1,40 triliun.

Melalui efektivitas intermediasi dan efisiensi operasional, Bank BPD Bali membukukan laba bersih sebesar Rp755,75 miliar, melonjak 17,67% dibandingkan Juni 2025 yang tercatat Rp642,28 miliar. Rasio Keuangan utama lainnya meliputi CAR 30,99%, ROA 4,22%, ROE 26,39%, NIM 5,89%, dan BOPO 58,86%.

Dalam penerapannya, perseroan menerima Sertifikat Rekognisi Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 berpredikat 'Baik/Matang' pada Jumat (19/6/2026). Bank BPD Bali juga telah menggelar 324 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 22.069 peserta di berbagai lapisan masyarakat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author