Spanyol Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina
Pemain pengganti Spanyol Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 untuk memastikan kemenangan 1-0 atas juara bertahan Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026).
Hasil tersebut memicu sorak-sorai sekitar 80.000 penonton yang memadati stadion serta 1,5 miliar pemirsa global yang menyaksikan duel antara superstar Argentina Lionel Messi dan talenta muda Spanyol Lamine Yamal.
Wali Kota New York City Zohran Mamdani menghadiri langsung pertandingan puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Ini bukan pertandingan sepak bola biasa, ini adalah final Piala Dunia, acara olahraga terbesar di dunia, mata planet ini akan tertuju ke Stadion New York New Jersey, yang dipertaruhkan tidak lain adalah keabadian: Spanyol vs. Argentina, Messi vs. Yamal, bisakah masa depan mengatasi masa lalu? Akankah pemain terhebat yang pernah memainkan permainan terhebat ini mengirim penerusnya di Barcelona kembali ke ruang ganti?" kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.
Mamdani juga mengingatkan para suporter untuk memperhitungkan waktu perjalanan akibat kemacetan lalu lintas yang melanda kawasan sekitar New York dan New Jersey.
"Saya tahu saya mengatakan ini sebelum setiap pertandingan, tetapi saya tidak dapat cukup menekankannya hari ini, rencanakan waktu ekstra untuk sampai ke stadion, dan pastikan Anda mengandalkan transportasi umum untuk sampai ke sana," ujar Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.
Kehadiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memicu pengawasan ekstra ketat di area stadion dari Badan Layanan Rahasia AS (Secret Service) serta Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA).
Gubernur Mikie Sherrill menyatakan situasi keamanan di sekitar lokasi pertandingan tetap berada dalam pantauan intensif otoritas setempat.
"apa yang kita lihat tidak ada yang melebihi ancaman normal kita, meskipun kita terus memantaunya secara konstan," kata Mikie Sherrill, Gubernur New Jersey.
Pengamanan berlapis tersebut menyebabkan antrean panjang penonton hingga tiga jam di luar stadion sebelum sepak mula dimulai.
Sejumlah pejabat negara turut menyaksikan pertandingan di tribun VIP, termasuk Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Presiden Spanyol Pedro Sánchez, serta Raja Felipe VI dari Spanyol.
Sheinbaum mengonfirmasi kehadirannya setelah menerima undangan resmi dari pihak Amerika Serikat.
"Saya menerima undangan dari Presiden Trump untuk menghadiri pertandingan final Piala Dunia pada hari Minggu," kata Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko.
Sheinbaum menambahkan bahwa keputusan untuk hadir diambil sebagai bentuk penghormatan atas diplomasi antar-negara co-host turnamen.
"Saya memutuskan untuk hadir karena ini adalah undangan langsung dari Presiden Amerika Serikat. Perdana Menteri Carney juga akan hadir di sana. Saya akan merekam pesan yang memuat rincian lebih lanjut," ujar Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pandangannya terkait peta kekuatan sebelum laga puncak dimulai.
"Saya rasa sulit untuk bertaruh melawan Messi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga menyinggung ketidakhadiran Presiden Argentina Javier Milei yang absen akibat alasan kepercayaan takhayul.
"teman saya. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Usai laga berakhir, Trump mendampingi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada kapten Spanyol, Rodri, di atas lapangan.
Di luar arena, isu perizinan masuk AS sempat menimpa legenda sepak bola Spanyol Joan Capdevila yang ditolak sistem ESTA akibat kunjungannya ke Iran pada 2016 lalu.
Capdevila sempat menyampaikan permohonan bantuan secara terbuka melalui media sosial sebelum laga berlangsung.
"SAYA BUTUH BANTUAN @realDonaldTrump!" kata Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Capdevila mengeluhkan kegagalannya untuk mendampingi anak-anaknya menyaksikan laga bersejarah Spanyol.
"Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya tidak dapat pergi ke final bersama anak-anak saya karena ESTA saya ditolak." ujar Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Mantan bek kiri tersebut berharap ada pihak otoritas yang dapat menyelesaikan kendala visa tersebut.
"Bisakah seseorang membantu saya dengan ini? Anda tidak tahu betapa senangnya saya bisa berada di sana bersama semua rekan satu tim saya di tahun 2010 dan tim ini untuk menyemangati mereka." kata Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Ia mengungkapkan kekecewaan mendalam karena kehilangan kesempatan berharga bersama keluarganya.
"Saya tidak percaya mereka tidak mengizinkan saya masuk ke AS… dan saya akan melewatkan momen seperti ini bersama anak-anak saya yang sangat mencintai sepak bola." ujar Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Capdevila terus memohon petunjuk untuk memulihkan izin berkunjungnya ke wilayah Amerika Serikat.
"Jika ada yang tahu cara memperbaikinya, saya akan berterima kasih kepada Anda selamanya." kata Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Ia bahkan mencantumkan akun pejabat diplomatik Amerika Serikat dalam unggahannya.
"@marcorubio bisakah Anda membantu saya?" ujar Joan Capdevila, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Insiden penolakan masuk AS sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 ini juga sempat dialami oleh wasit asal Somalia Omar Artan serta sejumlah pejabat delegasi dari Iran.