Ibu Hamil Sering Mengalami Nyeri Seluruh Tubuh, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Share

Ibu hamil sering kali melaporkan keluhan tidak nyaman berupa rasa nyeri di seluruh tubuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini tergolong normal dan dipicu oleh dua faktor utama, yaitu perubahan hormon serta penyesuaian fisik sepanjang masa kehamilan, seperti dikutip dari HaiBunda.

Perubahan hormon berfungsi mengendurkan ligamen tubuh, sementara pembesaran ukuran perut memberikan beban tambahan pada otot dan kerangka.

"Faktor-faktor tersebut mengubah postur dan pusat gravitasi untuk mengakomodasi janin yang sedang tumbuh, sementara pada saat yang sama bisa melemahkan dinding perut dan meningkatkan tekanan pada otot, yang mengakibatkan kombinasi nyeri dan sakit di tubuh," kata dokter kandungan di Montefiore Medical Center di New York City, Talitha Bruney, MD, dilansir The Bump.

Sakit punggung menjadi bentuk nyeri tubuh yang paling umum dan dialami oleh setidaknya 60 persen perempuan selama masa kehamilan.

Sisa persentase ibu hamil lainnya mengeluhkan nyeri pada bagian perut seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan ukuran janin.

"Gejala bervariasi pada setiap orang dan mungkin bergantung pada tingkat aktivitas," ujar Bruney.

"Nyeri tubuh saat kehamilan mungkin lebih buruk di penghujung hari pada ibu hamil yang sangat aktif dan ototnya lelah, atau mungkin diperburuk oleh posisi tertentu, seperti berpindah dari posisi duduk ke berdiri, duduk di kursi yang tidak nyaman, atau diam dalam waktu lama."

Rasa sakit ini dapat muncul kapan saja, namun umumnya menjadi sangat mengganggu saat memasuki trimester ketiga karena ukuran bayi yang semakin membesar.

Tetap aktif bergerak dan menjaga kontrol kenaikan berat badan menjadi langkah pencegahan terbaik untuk meminimalkan nyeri tubuh.

Berdasarkan informasi dari Parents, rekomendasi kenaikan berat badan bagi perempuan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) normal adalah sekitar 17 sampai 25 kilogram (kg).

Olahraga ringan seperti berjalan kaki sangat disarankan bagi ibu hamil yang tetap merasa nyeri meski kenaikan berat badannya sudah sesuai.

"Berjalan telah terbukti membantu mengurangi nyeri punggung selama kehamilan," kata Bruney.

Konsumsi obat resep dokter seperti asetaminofen (Tylenol) serta penggunaan sabuk penopang perut khusus juga efektif mengurangi tekanan pada otot punggung bawah.

"Pada pasien dengan nyeri punggung bawah dan nyeri panggul, memberikan dukungan yang lebih baik pada dinding dan otot perut dapat membantu mengurangi beberapa gejala," ungkap Bruney.

Pemeriksaan medis segera diperlukan jika nyeri terasa sangat parah hingga membatasi gerak, atau disertai pembengkakan dan kemerahan pada kaki.

"Ibu hamil perlu segera menghubungi dokter jika nyeri sangat parah, membatasi gerakan, atau disertai pembengkakan atau kemerahan pada kaki, karena itu bisa menjadi tanda kemungkinan pembekuan darah. Jika disertai pendarahan vagina, ibu hamil juga perlu segera mencari pertolongan medis," kata Bruney.

Nyeri kehamilan yang normal biasanya hanya berpusat pada area tertentu dan tidak memicu gejala sistemik seperti demam, menggigil, atau batuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author