Bulog Gandeng Perpadi Olah Dua Juta Ton Beras Komersial Premium
Perum Bulog bersinergi dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk mengolah sekitar 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras komersial jenis premium, seperti dilansir dari Detik Finance.
Produk hilirisasi tersebut nantinya akan dipasarkan dengan merek dagang Beraskita Premium guna membantu menstabilkan harga pasar yang saat ini sedang mengalami kenaikan.
Langkah kemitraan ini diambil lantaran kapasitas infrastruktur penggilingan yang dimiliki internal Bulog tidak mencukupi untuk memproses volume beras yang mencapai 2 juta ton tersebut.
"Nah, karena kami dari Bulog paham betul bahwa Bulog sendiri juga tidak akan mampu untuk mengolah sebesar itu, dan oleh karena itu kami bersinergi dengan Perpadi dalam rangka mengolah cadangan beras pemerintah sejumlah 2 juta ton menjadi beras komersial, sesuai arahan dari Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas," ujar Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai melakukan Rapat Kordinasi dengan Perpadi di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Kerja sama strategis ini menjadi langkah awal persiapan sembari menunggu persetujuan resmi terkait usulan Beraskita Premium dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kemenko Pangan.
Melalui persiapan yang matang sejak awal, manajemen Bulog menargetkan program stabilisasi pangan ini dapat segera dioperasikan sesaat setelah keputusan resmi diterbitkan.
"Kami menunggu nanti kebijakan dari Rakortas. Nanti kalau di Rakortas sudah ada keputusannya, nah makanya kita curi start dalam arti kami langsung gandeng beliau Perpadi supaya lebih cepat nanti dilaksanakannya. Jadi nanti begitu diputuskan di Rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional. Tidak baru setelah diputuskan Rakortas kami baru mau diskusi," kata Rizal.
Kehadiran produk baru ini dipastikan tidak akan menggeser eksistensi varian beras premium lain yang sudah lebih dulu beredar dan dikenal luas oleh masyarakat konsumen.
Sebelumnya pada Juni lalu, dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Ahmad Rizal Ramdhani sempat mengungkapkan usulan harga jual Beraskita Premium berada pada level Rp 14.900 per kilogram.