IHSG Menguat ke Level 5.934 pada Pembukaan Perdagangan Senin

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di zona hijau pada level 5.934,719 dalam pembukaan perdagangan hari Senin, 13 Juli 2026, setelah sempat bangkit sebesar 0,83 persen ke posisi 5.924,360 pada pekan sebelumnya.

Data RTI hingga pukul 09.20 WIB mencatat pergerakan indeks saham domestik bergerak fluktuatif namun berhasil menanjak 10,326 poin atau setara 0,17 persen ke level 5.934,686. Laporan metrotvnews.com menunjukkan laju indeks sempat menyentuh posisi tertinggi pada angka 5.942 dan titik terendah pada level 5.898.

Aktivitas investasi di pasar modal dalam negeri pada pekan lalu juga diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp285 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh pelaku pasar internasional meliputi BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII.

Analisis harian dari BNI Sekuritas memaparkan bahwa pergerakan ini terjadi menyusul penguatan indeks Wall Street pada Jumat, 10 Juli 2026, yang ditopang oleh saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Meta Platforms. Kondisi serupa terjadi di Asia yang mayoritas bergerak positif dipimpin sektor semikonduktor.

Meskipun demikian, pergerakan pasar investasi domestik masih dibayangi tekanan pada mata uang rupiah. Berdasarkan tinjauan pasar dari vibiznews.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 105 poin atau 0,59 persen ke posisi Rp18.050 per USD pada akhir pekan lalu, menjadikannya mata uang terlemah di Asia.

Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ancaman kenaikan inflasi global turut memengaruhi pasar finansial. Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Juni 2026 tetap terjaga pada angka 145,6 miliar dolar AS, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya.

Melihat dinamika tersebut, pengamat pasar modal memproyeksikan indeks domestik masih berpeluang melanjutkan tren penguatan jangka pendek. Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati titik-titik krusial penahanan indeks demi mengantisipasi adanya potensi koreksi susulan.

"IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6.050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Akan tetapi, sebaliknya jika IHSG tembus 6.050, ada potensi IHSG terus menguat hingga 6.300. Diperkirakan support IHSG: 5.850-5.870 and Resist IHSG: 5.970-6.050," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.

Sebagai panduan investasi harian, BNI Sekuritas mengeluarkan rekomendasi beli berspekulasi untuk enam saham pilihan pada perdagangan hari ini. Saham-saham yang direkomendasikan tersebut meliputi CUAN, DSSA, BUMI, AMMN, ASII, dan AADI.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bursa saham ihsg pasar modal
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author