Eskalasi Geopolitik Global Membayangi Pergerakan Horizontal IHSG

Share

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta penantian data inflasi global diperkirakan membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan volatil pada perdagangan Senin (13/7/2026).

Kondisi eksternal yang belum kondusif tersebut berpadu dengan masih tipisnya likuiditas perdagangan di dalam negeri yang menunjukkan sikap hati-hati para pelaku pasar.

Sebelumnya, indeks saham domestik menutup pekan lalu dengan penguatan sebesar 0,20 persen atau naik 11,91 poin ke posisi 5.924,36.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menjelaskan bahwa eskalasi di Timur Tengah berpotensi meningkatkan premi risiko jika sampai mengganggu jalur pasokan energi di Selat Hormuz.

"Sehingga penguatan IHSG cenderung terbatas dan lebih banyak ditopang oleh saham-saham yang memiliki katalis fundamental," kata Hendra dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Senin (13/7/2026).

Hendra menambahkan bahwa pergerakan dana asing ke negara berkembang sangat bergantung pada arah kebijakan suku bunga The Fed dan stabilitas geopolitik.

"Oleh karena itu, volatilitas IHSG dalam beberapa pekan ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter global serta perkembangan situasi geopolitik," terang Hendra.

Kendati dibayangi sentimen negatif seperti pelemahan rupiah dan aksi jual investor asing, fundamental ekonomi nasional yang tumbuh di kisaran 5 persen serta inflasi yang terjaga menjadi benteng pertahanan bagi indeks.

Dalam situasi konsolidasi ini, sektor defensif seperti perbankan besar, telekomunikasi, dan barang konsumsi dinilai lebih aman, sementara sektor energi berpeluang unggul jika harga komoditas terkerek naik.

"Tidak terlalu agresif meningkatkan porsi investasi hingga arah kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik menjadi lebih jelas," tutup Hendra.

Aktivitas perdagangan jangka pendek dapat diarahkan secara selektif pada saham energi dan logam seperti ADRO dengan target Rp2.500, PGEO Rp1.100, PGAS Rp1.575, serta TINS pada target Rp3.750 dengan tetap menerapkan batasan stop loss.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author