Kelenjar Uropigial Menjaga Bulu Bebek Tetap Kering Saat Berenang

Share

Bulu bebek terpantau selalu kering meskipun hewan tersebut menghabiskan banyak waktu di dalam air. Rahasia kemampuan ini terletak pada kelenjar uropigial yang berada di area sekitar ekor mereka.

Kelenjar tersebut memproduksi minyak preen (preen oil) yang kemudian disebarkan ke seluruh permukaan tubuh, termasuk pada area bulu di sayapnya, seperti dilansir dari Detikcom melalui Birdspot. Lapisan minyak ini yang menjaga tubuh unggas tersebut tidak basah saat berada di air.

Selain membuat tubuh tetap kering, bulu-bulu tersebut memiliki mekanisme saling mengunci yang dapat memerangkap udara. Udara yang terjebak di antara lapisan bulu memberikan daya apung tambahan bagi bebek.

Ketika hendak menyelam mencari makanan, mereka menekan bulu ke arah tubuh demi melepaskan udara tersebut. Bebek hanya perlu mengibaskan badannya agar udara kembali terperangkap saat ingin mengapung lagi ke permukaan.

"Bulu memiliki lubang-lubang mikro, celah-celah kecil yang memungkinkan air bertekanan melewatinya. Seekor bebek yang duduk di permukaan kolam tidak mengalami tekanan air, sehingga penetrasi airnya dapat diabaikan. Namun, seekor bebek yang menyelam ke bawah akan mengalami peningkatan tekanan hidrostatik secara terus-menerus, sesuatu yang familiar bagi siapa pun yang menyelam ke bagian kolam yang dalam," kata Jonathan Boreyko, profesor di bidang teknik mesin dari Virginia Tech.

Jumlah lapisan bulu yang dimiliki unggas ini sangat memengaruhi kemampuannya menahan air. Bebek mempunyai struktur lapisan yang ideal untuk mencegah terjadinya pembasahan permanen ketika mereka menyelam di bawah permukaan air.

Kemampuan Adaptasi dan Karakteristik Unik

Spesies bebek di dunia diperkirakan mencapai sekitar 100 jenis. Hewan ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi karena mampu beraktivitas dengan baik di wilayah daratan, perairan, hingga udara.

Beberapa jenis bebek bahkan memiliki kemampuan terbang yang cukup mengagumkan hingga mencapai ketinggian antara 60 sampai 1.200 meter. Unggas sosial yang gemar berkelompok ini juga terindikasi mempunyai variasi suara yang khas berdasarkan wilayah tempat tinggalnya.

Berdasarkan riset peneliti Universitas Middlesex, Dr. Victoria de Rijke, bebek yang hidup di area London memproduksi suara yang terdengar lebih keras dan kasar. Sebaliknya, bebek yang berada di kawasan pedesaan mengeluarkan suara yang cenderung lebih tenang.

"Betapa miripnya suara mereka dengan suara manusia yang tinggal di daerah yang sama," ujarnya dikutip dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA).

Keunikan lain dari satwa ini terletak pada bagian organ paruhnya. Paruh bebek dilengkapi dengan reseptor sentuhan yang tingkat sensitivitasnya menyerupai ujung jari manusia, sehingga sangat membantu mereka berburu makanan di kondisi air yang keruh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author