Tubuh Alami Manfaat Stabil Gula Darah dengan Mengurangi Gula dan Tepung

Share

Penghentian konsumsi gula dan produk olahan tepung memang sering terasa menantang pada fase awal, namun dampak kesehatannya sangat signifikan dalam jangka panjang. Menurut dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, perubahan positif langsung muncul begitu asupan gula dan tepung dihentikan, meski adaptasi awal terasa berat. Dr Yaze menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama adalah kestabilan kadar gula darah, yang menghindarkan tubuh dari fluktuasi energi drastis sehingga mengurangi rasa ngantuk dan kesulitan fokus.

Berbagai efek positif terjadi, seperti keseimbangan mikrobioma usus yang membaik karena beban pencernaan berkurang tanpa makanan tinggi gula dan tepung olahan.

Selain itu, energi dan kemampuan fokus menjadi lebih stabil, menghilangkan rasa kantuk di siang hari dan meningkatkan konsentrasi secara signifikan. Pengurangan gula dan tepung juga mencegah penumpukan lemak visceral yang biasa menyebabkan perut buncit, sehingga risiko masalah kesehatan terkait lemak ini menurun.

Tak kalah penting, konsumsi gula dan tepung yang berkurang menurunkan inflamasi kronis dalam tubuh, yang merupakan salah satu pemicu berbagai penyakit. "Asupan gula dan tepung berlebih itu kalau tersimpan ke dalam tubuh pasti lari ke lemak visceral. Dengan menguranginya, paling tidak risiko terjadinya inflamasi pada tubuh akan jauh lebih rendah," tutur dr Yaze.

Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun proses awal pengurangan gula dan tepung terasa sulit, manfaat kesehatan jangka panjang bagi tubuh sangat besar dan layak dijalani. Informasi ini dikutip dari Detik Health yang mengangkat pentingnya menjaga asupan gula dan tepung demi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author