Kemendikdasmen Sebut 92 Persen Lulusan SMK Terserap Kerja

Share

Sebanyak 92 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia dilaporkan telah terserap oleh lapangan kerja pada Senin (24/8/2026). Data penyerapan tenaga kerja ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam peluncuran Ekosistem DigiSkillBadge di Felfest Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa sisa lulusan yang belum bekerja sebagian besar masih dalam proses mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian mereka. Selain itu, beberapa di antaranya juga mulai membuka usaha mandiri.

"Di samping masih mencari, juga ada yang ada pilih-pilih gitu ya. 'Saya mungkin dapat kerjaan, tapi jadi salesnya, inginnya sih tetap di bidang untuk teknik pembangunan'," ujar Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Tatang menambahkan bahwa dari total lulusan SMK, angka siswa yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga cukup signifikan. Banyak di antara mereka berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) meskipun sebenarnya sudah mengantongi kesiapan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

"Melanjutkan tuh kalau nggak salah udah 20 persen," ujar Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Sejumlah alumni SMK memilih memprioritaskan pendidikan tinggi saat dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri, meskipun pada saat bersamaan tawaran pekerjaan di berbagai sektor industri sudah mereka dapatkan.

"Mereka sebenarnya udah siap bekerja, diterima di kerja. Tapi mereka karena diterima di konveksi dan sebagiannya diterima PTN, mereka melanjutkan juga," tutur Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author