IHSG Melemah Pekan Ini Akibat Volatilitas Pasar Domestik

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,35 persen dalam akumulasi sepekan terakhir hingga Jumat (3/7/2026) akibat tingginya volatilitas pasar serta tekanan dari berbagai sentimen ekonomi domestik dan global.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, akumulasi penurunan tersebut menempatkan performa bursa saham Indonesia di posisi terburuk kedua di Asia Tenggara setelah VN-Index. Meskipun demikian, IHSG berhasil menguat 2,28 persen ke level 5.875 pada penutupan perdagangan Jumat.

Kenaikan signifikan pada akhir pekan tersebut berhasil memangkas jarak penurunan dari level penutupan pekan lalu yang berada di angka 5.896. Di kawasan Asia Pasifik, bursa saham Korea Selatan atau KOSPI mencatatkan performa paling buncit dengan penurunan 3,84 persen.

Pergerakan indeks sepanjang pekan ini dipengaruhi oleh kontraksi indeks manufaktur PMI Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026. Selain itu, ketidakpastian dari tarik ulur perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu fluktuasi pasar yang tinggi.

Akibat sentimen tersebut, IHSG bahkan sempat merosot hingga menyentuh level penutupan terendah mingguan di angka 5.643 pada Selasa (30/6/2026). Di sisi lain, aksi jual bersih oleh investor asing masih terus berlanjut di lantai bursa.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing mencatatkan net sell senilai Rp2,73 triliun pekan ini. Angka penjualan bersih tersebut cenderung mereda dibandingkan dengan rekor pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,43 triliun.

Berdasarkan data mingguan otoritas bursa, saham AMMN menjadi penggerak utama (mover) indeks dengan kontribusi sebesar 9,60 poin. Sebaliknya, saham BBRI, PGAS, dan AMRT bertindak sebagai pemberat utama yang memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan IHSG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author