Jhon Arias Bawa Kolombia Ungguli Ghana pada Babak Pertama

Share

Gelandang Jhon Arias membawa tim nasional Kolombia unggul 1-0 atas Ghana pada babak pertama pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, pada Jumat, 3 Juli 2026.

Gol pembuka keunggulan skuad asuhan Nestor Lorenzo tersebut tercipta pada menit ke-14 setelah Arias berhasil memanfaatkan umpan silang matang dari penyerang pengganti, Luis Suarez.

Luis Suarez sendiri masuk lebih awal pada menit ke-8 untuk menggantikan Jhon Cordoba yang mengalami cedera aductor kiri, sebagaimana dilansir dari media El Espectador.

Peluang emas Kolombia untuk menambah keunggulan sempat tercipta melalui tendangan Luis Diaz menit ke-38 dan sundulan Johan Mojica pada masa injury time, namun berhasil ditepis kiper Ghana, Lawrence Ati-Zigi.

Pertandingan yang dipimpin oleh wasit asal Prancis Clement Turpin ini diwarnai empat perubahan taktik di kubu Ghana, termasuk kembalinya kiper Lawrence Ati-Zigi dari cedera pangkal paha.

Sebelum laga krusial ini bergulir, bintang sayap Ghana, Antoine Semenyo, sempat menyoroti kinerja wasit atas insiden tidak diberikannya penalti saat mereka menahan imbang Inggris tanpa gol di fase grup.

"As a player, we have to gather around the referee and make a protest. That’s just the way it is." kata Antoine Semenyo, Bintang Ghana.

Semenyo menilai bahwa protes kolektif dari para pemain dan staf pelatih di pinggir lapangan diperlukan agar tim tidak dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan.

"I think we as a team have to be more aggressive towards the referee, whether that’s players staying on the floor longer or coaches bothering the fourth referee from the sidelines," kata Antoine Semenyo, Bintang Ghana.

Kekecewaan senada juga dilontarkan oleh pelatih kepala Ghana, Carlos Queiroz, dalam konferensi pers seusai pertandingan melawan Inggris yang menyoroti tidak berfungsinya sistem Video Assistant Referee (VAR).

"I’m not sure if VAR is still working in the World Cup. Do we still have VAR? Is it still working?

I have my doubts about that, because there was a clear penalty missed that should have been given to Ghana. A clear penalty." kata Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.

Mantan pelatih timnas Kolombia tersebut menegaskan bahwa otoritas FIFA sudah sepatutnya melakukan investigasi mendalam terkait operasional teknologi pembantu wasit tersebut.

"It’s ten years now (since the implementation of VAR, red.). There is no excuse, there is no excuse why VAR shouldn’t be better than this. No excuse at all. So it’s time for the FIFA authorities to investigate what is happening behind the scenes," kata Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.

Di sisi lain, ketangguhan lini pertahanan Ghana selama fase grup tidak lepas dari penampilan gemilang bek kanan Marvin Senaya yang mencatatkan tekel terbanyak di turnamen.

"Yeah, it’s just a great game from the team," kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Pemain asal klub Auxerre tersebut mengaku bersyukur atas raihan poin yang didapat timnya saat menghadapi tim-tim besar di Grup L.

"I’m happy to have one point today and we can continue at the last game against Croatia and God bless." kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Senaya enggan jemawa dan menegaskan bahwa performa impresif tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh lini belakang Black Stars.

"I think it’s not always me. I think it’s all defence, all the teams, since Jordan," kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Dirinya mengaku sangat bangga bisa berjuang habis-habisan demi menjaga martabat negaranya di ajang sepak bola empat tahunan ini.

"I’m very proud of the team. We were fighting and it wasn’t an easy game, but with the hurts, we keep a one point today and I’m happy." kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Bagi Senaya, kesempatan bertanding di panggung Piala Dunia merupakan sebuah perwujudan mimpi masa kecil yang menjadi nyata.

"Yeah, for sure. It’s a dream for me. It’s a dream for our children," kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Ia juga menyatakan rasa bahagianya dapat memberikan kontribusi nyata bagi tanah airnya di kancah internasional.

"And I’m happy to be here with my country, Ghana. I hope a lot of things come." kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Sebelum menghadapi barisan penyerang top, Senaya memaparkan bahwa dirinya melakukan analisis mendalam melalui rekaman video pertandingan lawan.

"I watched a lot of their videos, Gordon and Saka, and I wanted to show something today. I know they are very good players. I studied them before the game because I wanted to respond and prove some things, and I think today I did that," kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Pemain berusia 24 tahun itu pun menegaskan bahwa keputusan bulatnya untuk membela tim nasional Ghana merupakan langkah terbaik yang diambil setelah berdiskusi bersama keluarga.

"I hope this is just the start. I want this tournament and this game to bring more in the future. To be honest, I am very, very proud to have chosen Ghana.

It is the best choice for me. I discussed it with my family for a long time, and I am happy with the decision," kata Marvin Senaya, Bek Kanan Ghana.

Pemenang dari laga babak 32 besar antara Kolombia dan Ghana ini dijadwalkan akan berhadapan dengan Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author