LPDP Tambah Opsi Sertifikat Duolingo untuk Beasiswa Tahap Dua
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menambah opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris menggunakan Duolingo English Test bagi pendaftar Beasiswa LPDP 2026 tahap dua tujuan luar negeri pada Jumat, 3 Juli 2026, dilansir dari Detikcom.
Kebijakan baru ini memberikan kelonggaran bagi para calon peserta kelompok pegawai negeri sipil, sains teknologi engineering matematika, Kepolisian Republik Indonesia, dan umum agar memiliki alternatif selain sertifikat TOEFL atau IELTS.
Pihak penyelenggara menyiarkan informasi ini secara daring agar calon pendaftar dapat mempertimbangkan jenis tes yang paling sesuai dengan kebutuhan administrasi mereka.
"Nah untuk luar negeri, baik itu kriteria PNS STEM Polri dan umum, kalian mempunyai opsi tambahan yaitu Duolingo Englist Test. Di sini kami harapkan dengan opsi tambahan ini kalian lebih bisalah mempertimbangkan mana yang kalian perlukan," kata Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Andar Ramona Sinaga.
Manajemen mengingatkan agar seluruh peserta tetap melakukan pengecekan terhadap persyaratan bahasa di perguruan tinggi tujuan masing-masing karena regulasi setiap universitas dapat berbeda.
"Yang telah kami lakukan di tahap 1, seperti TOEFL ITP, IBT, PT Akademik, IELTS, Duolingo, dan TOEP, itu tetap berlaku. Jadi yang tahap 1 itu tetap berlaku, di tahap 2 ini kami menambahkan opsi. Jadi semakin banyak opsi yang bisa kalian pilih untuk memiliki sertifikat bahasa Inggris untuk mendaftar di LPDP," kata Andar Ramona Sinaga.
Persyaratan mengenai batas nilai minimal dari setiap jenis sertifikat bahasa Inggris telah dicantumkan secara terperinci dalam dokumen panduan resmi bagi pendaftar.
"Dan di sini skor-skornya silakan perhatikan, tapi di buku panduan kami juga sudah lengkap, jadi tidak perlu screenshot-screenshot, semua ada di buku panduan," kata Andar Ramona Sinaga.
Bagi pelamar kategori afirmasi tujuan luar negeri yang belum memiliki LoA Unconditional, batas minimum untuk jenjang Magister adalah TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, DET 95, TOEP 500, atau PTDN 500. Sementara itu, untuk jenjang Doktor pendaftar afirmasi, ketentuannya meliputi TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, DET 105, TOEP 500, atau PTDN 500.
Bagi pelamar kategori non-afirmasi jenjang Magister tanpa LoA Unconditional, standar minimal yang ditetapkan adalah TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, IELTS 6.0, DET 110, TOEP 530, atau PTDN 530. Pada jenjang Doktor non-afirmasi, persyaratan mencakup TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, IELTS 6.5, atau DET 120.
Terdapat pula kategori non-afirmasi khusus lainnya yang mensyaratkan kualifikasi TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, IELTS 7.0, dan DET 130 untuk tingkat tertentu, serta pilihan skor TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, IELTS 6.5, dan DET 120. Pendaftar beasiswa kategori afirmasi tujuan dalam negeri dibebaskan dari syarat sertifikat bahasa Inggris.