BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar kota besar Indonesia akan didominasi oleh guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Jumat, 3 Juli 2026. Fenomena ini dipicu oleh peningkatan pertumbuhan awan hujan akibat dinamika atmosfer yang bergerak aktif di sejumlah wilayah nusantara.
Kondisi cuaca basah tersebut dipengaruhi kuat oleh pembentukan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat, Selat Makassar, dan Samudra Pasifik utara Papua. Berdasarkan data analisis cuaca, Maluku kini berstatus Siaga karena berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat, sementara 17 wilayah lain berstatus Waspada hujan sedang hingga lebat.
Prakirawan BMKG, Sastia, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah barat nusantara.
"Hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Palangka Raya, dan Samarinda," kata Sastia, Prakirawan BMKG.
Sastia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir, terutama di Banjarmasin dan Tanjung Selor.
"Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi, sehingga memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di berbagai daerah. Masyarakat diharap waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Maluku," ujar Sastya, Prakirawan BMKG.
Selain potensi hujan, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan juga berpotensi mengalami angin kencang.
"Pastikan untuk selalu memperbaharui informasi cuaca melalui website www.bmkg.go. id dan media sosial @info.bmkg," pesan Sastya, Prakirawan BMKG.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan bahwa pengaruh musim kemarau sudah mulai meluas ke berbagai daerah pada dasarian I Juli dengan curah hujan kategori rendah di bawah 50 mm per dasarian.
"Wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah meliputi sebagian besar Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, serta wilayah Banten hingga Nusa Tenggara Timur," kata BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Periode 30 Juni-6 Juli.
Kondisi atmosfer lokal di beberapa daerah masih menunjukkan labilitas yang tinggi, yang mendukung terjadinya proses konveksi pembentukan awan.
“Dengan kombinasi berbagai faktor tersebut, hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang, meskipun secara umum sebagian wilayah telah memasuki periode musim kemarau,” bunyi keterangan BMKG dikutip dari Instagram resminya.
Selain sirkulasi siklonik, BMKG juga memantau pergerakan bibit siklon tropis 96W yang terdeteksi berada di timur laut Kalimantan Utara dan bergerak menuju Laut China Selatan.
"Berdasarkan analisis citra satelit dalam 24 jam terakhir, aktivitas konvektif di sekitar sistem menunjukkan peningkatan," demikian keterangan tertulis BMKG dilihat dari situs resminya, Rabu (1/7/2026).
Sistem ini diprediksi memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat dengan kecepatan angin maksimum yang terus dipantau.
"Kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot, tekanan udara minimum 1.000 hPa, serta bergerak ke arah barat laut. Intensitas sistem dalam 48-72 jam ke depan diperkirakan akan persisten, dengan kecepatan angin 35 knot. Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 96W dalam 24-48 jam ke depan untuk berkembang menjadi siklon tropis berada dalam kategori tinggi," tulis BMKG.