IHSG Anjlok 2,42 Persen Pada Penutupan Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 141,04 poin atau 2,42 persen ke level 5.679,75 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa (30/6) akibat terbatasnya keberanian mengambil risiko dari investor.
Pelemahan tajam ini menjadi yang terparah di bursa kawasan Asia, di mana kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ikut merosot 13,72 poin atau 2,39 persen ke posisi 559,29. Dilansir dari Antara dan Stockbit, perdagangan sesi pertama mencatat nilai transaksi mencapai kisaran Rp7,50 triliun hingga Rp7,52 triliun dengan frekuensi berkisar 887.700 sampai 903.000 kali transaksi.
Kondisi pasar yang memburuk ini didominasi oleh faktor internal dari dalam negeri sebagaimana dianalisis oleh ahli pasar modal.
"Pelemahan IHSG hari ini lebih didominasi sentimen domestik, terutama masih terbatasnya risk appetite investor,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Sentimen negatif tersebut diperkuat oleh keluarnya dana dari investor internasional yang terjadi pada hari perdagangan sebelumnya.
“Ditambah bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market Index yang saat ini hanya sekitar 0,46 persen, sehingga aliran passive flow ke pasar domestik menjadi lebih terbatas,” ujar Elandry.
Kondisi eksternal ini membuat pelaku pasar mengambil langkah waspada dalam menempatkan dana mereka.
“Di tengah volatilitas, investor juga lebih selektif dan focus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat,” ujar Elandry.
Meskipun situasi saat ini mengalami tekanan berat, pergerakan indeks diproyeksikan memiliki peluang untuk berbalik arah ke zona hijau pada bulan berikutnya.
"Sehingga, peluang penguatan tetap terbuka apabila market sentiment dan capital flow mulai membaik," ujar Elandry.
Berdasarkan data IDX-IC, seluruh sebelas sektor saham melemah dengan penurunan terdalam dipimpin sektor barang baku sebesar 4,31 persen, disusul sektor energi 3,32 persen, dan sektor industri 2,68 persen. Data Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan pergerakan bursa Asia bervariasi, di mana Nikkei 225 Jepang naik 1,71 persen dan SSE Composite China naik 0,20 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 1,19 persen dan Straits Times Singapura turun 0,61 persen.