Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Dilempar Batu di Pondok Indah
Kaca mobil depan yang dikendarai Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Cresheilla, pecah setelah dilempar batu oleh orang tidak dikenal di kawasan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6) sore, seperti dilansir dari Detikcom.
Insiden tersebut membuat korban terkejut dan langsung menepikan kendaraan di lajur kiri jalan seraya menyalakan lampu hazard untuk merekam bukti kejadian.
"Kemarin sore kena musibah tiba-tiba ada yang lempar batu di Jalan Metro Pondok Indah. Aku melaju di lajur paling kanan dan begitu kena lemparan batu aku langsung refleks ambil hape record bukti, nyalain hazard, dan nepi ke kiri jalan," tulis Adinda Chresheilla dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Pihak Kepolisian Sektor Kebayoran Lama merespons laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku pelemparan.
"Jadi itu bisa dilihat di video ada anggota dari reskrim yang mengecek TKP. Jadi saya setiap ada kejadian, memastikan anggota cek TKP. Jadi, korban itu bersama anggota Polsek untuk mengecek TKP," kata Kompol Muhammad Kukuh Islami, Kapolsek Kebayoran Lama.
Pihak kepolisian mengutamakan pemeriksaan area sekitar untuk menemukan kamera pengawas yang merekam detik-detik insiden tersebut.
"Nah, anggota cek TKP itu pasti harus melihat ada nggak CCTV di sekitar untuk mencari identitas pelaku," tambah Kompol Muhammad Kukuh Islami.
Penyelidikan lebih lanjut juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Satuan Lalu Lintas guna memeriksa rekaman kamera e-TLE.
"Kita sudah mengirim surat ke ETLE untuk melihat CCTV. Kita juga menyisir CCTV sekitar, melakukan penyelidikan, apakah benar gitu loh batu orang yang melempar," lanjut Kompol Muhammad Kukuh Islami.
Saat ini, batu yang merusak kaca depan mobil tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti perkara.
"Kalau batunya sudah kita jadikan barang bukti dan nanti kita mau melihat dari CCTV untuk kejadiannya seperti apa gitu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Makanya kita menyurat ke ETLE, Satlantas untuk meminta CCTV dan saya juga suruh sisir CCTV yang ada di sekitar," pungkas Kompol Muhammad Kukuh Islami.