Server SPMB Kepulauan Riau Tumbang Saat Pengumuman Kelulusan Siswa
Situs resmi Seleksi Penerimaan Murid Baru atau SPMB Provinsi Kepulauan Riau mengalami gangguan teknis parah pada hari pengumuman kelulusan akhir, Senin (29/6/2026). Masalah tersebut mengakibatkan ribuan calon siswa beserta orang tua gagal mengakses hasil seleksi secara daring untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Halaman resmi sispmb.kepriprov.go.id tidak dapat dimuat sejak pagi hari dan justru menampilkan pesan kesalahan sistem berbasis Laravel. Berdasarkan tangkapan layar yang beredar luas di masyarakat, sistem mengalami kendala koneksi pada layanan database server.
"IlluminateDatabaseQueryException: SQLSTATE[08006] [7] connection to server at '10.10.10.30', port 6432 failed: FATAL: pgbouncer cannot connect to server…" bunyi pesan kesalahan teknis dalam situs tersebut.
Lonjakan trafik akibat ribuan pengguna yang mengakses web secara bersamaan diduga kuat menjadi penyebab gangguan ini. Situasi tersebut langsung memicu kekecewaan mendalam dari para orang tua murid yang telah mengantisipasi pengumuman sejak awal.
"Kami sudah menunggu dari pagi sesuai arahan untuk mengecek secara mandiri melalui akun SPMB masing-masing. Tapi yang muncul justru kode-kode error database. Kami berharap panitia dan tim IT Dinas Pendidikan segera memperbaiki sistem agar anak-anak kami segera mendapatkan kepastian," ujar salah seorang orang tua calon siswa dilaporkan batamnews.co.id.
Hingga informasi ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala server. Padahal, sebelum insiden ini terjadi, persiapan matang diklaim telah dilakukan demi menjaga transparansi seleksi.
Pengawas Sekolah Provinsi Kepulauan Riau, Sisrayanti, menjelaskan bahwa petunjuk teknis, pelatihan aplikasi, hingga simulasi pendaftaran sebenarnya sudah disiapkan jauh-jauh hari. Pemerintah daerah juga menyediakan posko pendampingan untuk membantu mengurai masalah administrasi warga.
"Di Provinsi Kepulauan Riau terdapat 13 posko layanan SPMB, lima di antaranya berada di Kota Batam. Posko tersebut menjadi pusat layanan informasi, pendampingan pendaftaran, serta membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kendala selama proses penerimaan murid baru berlangsung," ujar Sisrayanti dalam siaran pers Kemendikdasmen.
Di sisi lain, tim verifikator di lapangan masih menghadapi kendala edukasi kepada para pendaftar. Banyak calon siswa yang keliru dalam memilih jalur masuk ataupun tidak melengkapi berkas administrasi yang diminta.
"Walaupun sosialisasi sudah dilakukan melalui berbagai media, mulai dari pertemuan langsung, media sosial, video tutorial, siaran langsung hingga simulasi pendaftaran, masih ada peserta didik yang keliru memilih jalur atau belum melengkapi dokumen," kata Dery, Verifikator SPMB SMA Negeri 3 Kota Batam.
Tantangan pelaksanaan seleksi juga dipengaruhi faktor demografi seperti tingginya mobilitas perpindahan penduduk. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan atau BPMP Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menguraikan kendala terkait stigma sekolah favorit yang memicu penumpukan pendaftar.
"Jalur domisili masih menjadi tantangan terbesar karena perpindahan penduduk ke Kota Batam cukup tinggi. Selain itu masih terdapat stigma mengenai sekolah favorit sehingga terjadi penumpukan pendaftar pada sekolah tertentu," jelas Warsita.
Warsita menambahkan, pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan jaminan hak pendidikan bagi anak yang tidak lolos ke sekolah negeri melalui program bantuan ke sekolah swasta. Seluruh tahapan pun dipantau langsung oleh Inspektorat Daerah demi menjaga akuntabilitas.
"Indikator keberhasilan SPMB bukan sekadar selesainya proses penerimaan, tetapi memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh haknya untuk bersekolah melalui sistem yang objektif, transparan, akuntabel, dan bebas intervensi," tegas Warsita.
Evaluasi menyeluruh atas kendala tahun lalu diklaim telah diintegrasikan guna memperbaiki sistem tahun ini. Dinas Pendidikan Kota Batam berharap aduan masyarakat bisa ditekan semaksimal mungkin lewat pendampingan yang intensif.
"Harapan kami, pelaksanaan SPMB dapat berjalan dengan mudah diakses masyarakat, minim pengaduan, serta mampu mewujudkan proses penerimaan murid baru yang transparan dan berkeadilan," ujar Hendri Arulan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.