Unpad dan Dedi Mulyadi Klarifikasi Isu Mahasiswi Tertekan

Share

Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi tegas terkait kabar tular mengenai mahasiswi baru bernama Keisha yang diisukan tertekan usai berinteraksi dalam acara Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) 2026 pada awal Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Jumat (21/8/2026).

Keisha merupakan mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan asal Leles, Garut, yang sempat menceritakan perjuangan ekonominya berkuliah dengan ditopang sang ibu setelah orang tuanya berpisah. Potongan video percakapan tersebut kemudian memicu spekulasi warganet yang menilai pertanyaan Dedi Mulyadi kurang sensitif hingga memunculkan rumor Keisha hendak berhenti kuliah.

Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita membantah keras tuduhan bahwa Keisha mengundurkan diri akibat tekanan psikologis. Ia memastikan proses studi mahasiswi tersebut berjalan lancar tanpa kendala.

"Kuliahnya sih baik-baik saja. Dia enggak ada apa-apa," kata Arief, Kamis (20/8/2026).

Pihak akademisi berharap masyarakat tidak terus membesarkan isu ini agar kegiatan belajar Keisha tetap kondusif.

Sementara itu, Dedi Mulyadi turut menyampaikan pencerahan melalui unggahan media sosial resminya. Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar mengenai ucapannya menyakiti perasaan mahasiswi baru tersebut merupakan informasi bohong.

"Saya ingin menyampaikan ya, bahwa berita, informasi, narasi yang mengatakan Keisha, mahasiswa Unpad jurusan ilmu pemerintahan yang bertemu dengan saya pada saat maba dan melakukan oversharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," kata Dedi Mulyadi, Kamis (20/8/2026).

Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pendidikan Keisha selama di perguruan tinggi. Ia bahkan telah menyelesaikan pembayaran seluruh biaya perkuliahan hingga delapan semester.

"Yang kedua, dia minta pada saya agar nanti apabila suatu saat dia jatuh cinta, uang kuliahnya jangan dicabut. Dan saya sampaikan, uang kuliahnya kan enggak mungkin dicabut karena sudah dibayarin untuk 5 semester, bahkan sudah saya genapkan menjadi 8 semester. Sehingga dia biaya kuliahnya sudah selesai," jelas Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menambahkan bahwa dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Keisha secara personal. Dalam percakapan itu, Keisha menyampaikan pesan khusus kepada khalayak umum.

"Saya sudah berkomunikasi langsung. Tetapi dia meminta dua hal disampaikan pada saya, dan untuk disampaikan juga yang satu hal kepada publik. Yaitu agar warganet tidak terus-menerus memotong video, baik yang di-upload sendiri maupun yang ngambil dari potongan video orang lain, yang isinya dia melakukan oversharing terhadap peristiwa keadaan hidupnya yang dijalani selama ini," ucap Dedi Mulyadi.

Proses komunikasi tersebut diharapkan dapat menghentikan penyebaran ulang klip video yang merugikan privasi mahasiswi tersebut.

"Mohon pada warganet, sahabat-sahabatku, saudaraku, untuk tidak lagi meng-upload ulang karena dia mungkin pada waktu itu terlalu polos untuk bercerita kondisi pribadinya," imbuh Dedi Mulyadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Dedi Mulyadi Pendidikan Unpad
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author