Sejarah Bendera Merah Putih Berkibar Jauh Sebelum Kemerdekaan
Pemasangan bendera Merah Putih selalu meramaikan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus. Bendera nasional ini ternyata menyimpan rekam jejak panjang sebelum resmi dikibarkan pada 1945, seperti dilansir dari Detikcom. Penggunaan warna merah dan putih tercatat sudah digunakan oleh mahasiswa Indonesia di Belanda sejak 1922.
Simbol warna tersebut bahkan telah dipercayai oleh masyarakat leluhur jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia. Nenek moyang bangsa Austronesia memandang kombinasi merah dan putih sebagai lambang keseimbangan alam semesta. Puslapdik Kemendikdasmen RI mencatat warna merah mewakili elemen darah, bumi, dan ibu, sedangkan putih melambangkan langit, kesucian, serta dimensi spiritual.
Tradisi Jawa Kuno juga mengenal konsep ini melalui sajian jenang abang dan putih. Olahan bubur tersebut menggambarkan asal-usul keberadaan manusia yang melambangkan unsur ayah dan ibu.
Sejumlah kerajaan di Nusantara turut memakai unsur merah putih pada panji kebesarannya. Kerajaan Majapahit menggunakannya dalam bendera Sang Saka Getih-Getah Samudra yang tercatat pada Prasasti Butak tahun 1294. Panji berpola garis horizontal merah putih tersebut melambangkan kejayaan serta simbol dalam peperangan. Selain Majapahit, simbol serupa dipakai oleh Kerajaan Kediri, Kerajaan Bugis, pasukan perang Aceh, Sisingamangaraja IX, hingga Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa 1825–1830.
Simbol Pergerakan Nasional hingga Penetapan Resmi
Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda mengadopsi bendera Merah Putih berlogo kepala banteng pada 1922 dalam konferensi Driebergen. Bendera tanpa lambang tambahan kemudian dikibarkan saat Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Pemerintah kolonial Belanda sempat melarang penggunaan simbol tersebut. Gagasan penggunaan bendera Merah Putih kembali mengemuka secara terbatas pada masa pendudukan Jepang, sebelum akhirnya dibahas resmi dalam sidang BPUPKI.
Fatmawati menjahit langsung Sang Pusaka Merah Putih menggunakan bahan kain katun pemberian Hitoshi Shimizu pada Oktober 1944. Bendera tersebut dikibarkan pertama kali saat Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945. Kondisi keamanan yang tidak stabil sempat membuat Husein Mutahar membagi bendera asli menjadi dua bagian demi keselamatan saat pemerintah pindah ke Yogyakarta. Pengibaran terakhir Sang Saka Merah Putih asli berlangsung pada 17 Agustus 1968 sebelum disimpan di Monumen Nasional dan digantikan oleh bendera duplikat.