Jepang Protes Kapal Penjaga Pantai China Masuk Zona Ekonomi Eksklusif

Share

Pemerintah Jepang melayangkan protes keras terhadap Beijing setelah kapal-kapal penjaga pantai China dilaporkan berulang kali memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang di selatan Pulau Yonaguni pada Senin (29/6/2026). Langkah agresif China ini memicu ketegangan baru di kawasan timur Taiwan.

Ketegangan maritim ini meningkat pasca kesepakatan Jepang dan Filipina pada Mei lalu untuk memetakan batas klaim wilayah mereka. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, aktivitas patroli China di wilayah selatan Pulau Yonaguni tersebut dinilai sebagai hal yang tidak biasa terjadi dibandingkan dengan aktivitas harian mereka di Kepulauan Senkaku.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai China secara berkala berlayar di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang di selatan Pulau Yonaguni dan membuat klaim sepihak atas perairan tersebut," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, dalam konferensi pers rutin.

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa tindakan sepihak dari pihak China ini mengganggu kedaulatan wilayah maritim maritim mereka. Jalur diplomatik pun langsung digunakan untuk mengirimkan nota keberatan kepada pihak Beijing.

"Aktivitas China semacam itu sama sekali tidak dapat diterima oleh Jepang, dan kami telah berulang kali melayangkan protes keras melalui jalur diplomatik," tambah Kihara.

Berdasarkan data pelacakan kapal dari kantor berita Kyodo News, kapal penjaga pantai China rutin mengawal kapal survei oseanografi mereka di selatan Pulau Yonaguni sepanjang Juni. Respons defensif juga datang dari Taiwan yang langsung mengerahkan kapal penjaga pantai mereka sendiri karena wilayah tersebut turut bersinggungan dengan klaim maritimnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author