Kenali Tanda Halus Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan

Share

Kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai pembunuh diam-diam atau 'silent killer'. Sifatnya yang senyap membuat lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam aliran darah kerap tidak memunculkan gejala mencolok.

Kondisi fatal seperti serangan jantung atau stroke baru memicu kesadaran saat dada mulai terasa nyeri atau sesak akibat angina. Padahal, dilansir dari Detik Health, tubuh sebenarnya sudah memberikan beberapa sinyal peringatan halus sebelum rasa nyeri di dada itu muncul.

Masalah penumpukan kolesterol ini kerap dikaitkan dengan proses penuaan, meskipun gejalanya bisa mulai terjadi sejak seseorang menginjak usia 20 atau 30 tahun.

"Meskipun kolesterol dapat mulai terjadi sejak usia 20 atau 30 tahun, hal ini kerap dikaitkan dengan penuaan. Kolesterol bisa menumpuk di dalam tubuh tanpa gejala yang terlihat jelas, sampai menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung atau stroke," jelas pakar kardiologi intervensi dari Max Super Speciality Hospital, India, Dr Ashish Kumar Govil.

Oleh karena itu, pemeriksaan dini menjadi langkah krusial bagi masyarakat untuk mengontrol kondisi tubuh.

"Untuk itu, sangat penting bagi masyarakat mengetahui kadar kolesterol mereka sedini mungkin," sambung Dr Ashish Kumar Govil yang dikutip dari Times of India.

Terdapat beberapa indikasi fisik yang dapat menjadi petunjuk bahwa kadar kolesterol di dalam tubuh mulai mengalami peningkatan.

1. Bercak Kuning di Kelopak Mata (Xanthelasma)

Munculnya plak atau benjolan dengan tekstur lunak dan berwarna kekuningan di area sekitar kelopak mata menjadi tanda fisik yang nyata. Fenomena ini mengindikasikan adanya akumulasi deposit lemak atau kolesterol di bawah jaringan kulit.

2. Lingkaran Abu-abu di Mata (Arcus Senilis)

Tanda lainnya adalah kehadiran garis melingkar dengan warna abu-abu atau putih yang mengelilingi kornea mata. Jika kondisi ini dijumpai pada usia muda, hal tersebut dapat menjadi indikasi kuat adanya gangguan metabolisme lipid.

3. Kaki Sering Kram atau Nyeri Saat Berjalan

Penyumbatan arteri di area kaki oleh kolesterol dapat memicu Peripheral Artery Disease (PAD). Aliran darah yang meminim mengakibatkan kaki menjadi gampang pegal, kram, atau terasa dingin walau hanya melakukan aktivitas ringan.

4. Sering Pusing dan Nyeri di Tengkuk Leher

Plak kolesterol yang menyempitkan pembuluh darah akan menghambat aliran oksigen serta darah menuju otak. Hambatan ini sering memicu keluhan pusing yang berulang hingga rasa tegang di bagian belakang leher, kendati kondisi ini juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

Para ahli mengingatkan bahwa bersandar pada gejala fisik saja tidak akan pernah cukup untuk mendeteksi ancaman yang senyap ini. Satu-satunya metode paling akurat untuk mengetahuinya adalah lewat pemeriksaan darah atau lipid profile secara berkala.

Langkah deteksi dini, pembatasan konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, serta aktif bergerak menjadi bentuk proteksi terbaik agar pembuluh darah tidak tersumbat total.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author