Sepuluh Siswa SMAN 1 Pontianak Raih Beasiswa Kuliah ke China
Sebanyak sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak menerima beasiswa studi kuliah ke China lengkap dengan ikatan kerja pascakuliah pada Kamis (25/6/2026), menyusul viralnya penampilan mereka dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Fasilitas pendidikan internasional ini direalisasikan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda di Gedung SMAN 1 Pontianak, seperti dilansir dari Detikcom. Langkah ini diambil setelah para siswa dinilai mendapatkan perlakuan tidak adil oleh dewan juri saat babak final pada Sabtu (9/5/2026) lalu.
Program ini melibatkan kerja sama trilateral antara pihak legislatif, Yangzhou Polytechnic Institute selaku penyedia beasiswa studi dan asrama, serta Conch Group yang memberikan beasiswa ikatan kerja.
"Saya datang ke almamater tercinta, SMAN 1 Pontianak, saya merealisasikan janji saya kepada Josepha Alexandra dan kawan-kawan, finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Tingkat Provinsi Kalbar yang sempat viral beberapa waktu lalu," demikian kata Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda melalui akun Instagramnya, @bang.rifqi.mrk yang diunggah Jumat (26/6/2026) kemarin, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Rifqinizamy yang juga merupakan alumni sekolah tersebut kemudian memaparkan alasan pemberian beasiswa secara kolektif kepada seluruh anggota tim, bukan hanya kepada Josepha Alexandra selaku salah satu murid yang viral.
"Belakangan saya pikir-pikir, kalau cuma satu orang tidak adil saya. Karena tidak mungkin mereka bisa sampai ke lomba itu kalau kemudian tidak mereka lakukan secara kolektif. Karena itu kemarin saya ke China, saya melakukan negosiasi dengan pemerintah China. Hari ini kita akan berikan 10 biaya siswa kepada 10 anak-anak peserta Lomba Cerdas Cermat," tutur Rifqi.
Para penerima beasiswa dipastikan akan mendapatkan jaminan biaya pendidikan penuh serta langsung direkrut untuk bekerja di unit industri terkait begitu menyelesaikan masa studi mereka.
"Mereka akan mendapatkan full beasiswa studi, asrama selama studi dan uang hidup bulanan. Setelah lulus mereka langsung direkrut oleh Conch Group untuk berkerja di berbagai industri mereka di Indonesia," demikian kata Rifqi di akun IG-nya.
Penandatanganan kerja sama trilateral ini turut disaksikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan pemerintah senilai Rp 50 juta kepada pihak sekolah.
"Sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo yang keempat, kami menerjemahkan program-program beliau itu dengan visi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta," tuturnya Mu'ti.
Mendikdasmen memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif perintisan masa depan generasi muda yang digagas oleh ketua komisi legislatif tersebut.
"Ini adalah contoh bagaimana seorang murid berbakti kepada almamaternya dan bagaimana seorang tokoh berbakti bagi bangsa dan negaranya," ujar Mendikdasmen.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Direktur SMA Kemendikdasmen, Rektor Yangzhou Polytechnic Institute, dan Presiden Direktur Conch Group Indonesia.
"Kepada anak-anak kami yang menerima beasiswa, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah nama baik daerah dan bangsa, serta pulanglah kelak membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih maju," pesannya Ria Norsan kepada para murid penerima beasiswa.