PPATK Petakan Jabodetabek Jadi Pusat Aktivitas Judi Online Nasional

Share

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menetapkan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai pusat aktivitas judi online nasional karena memiliki jumlah pemain terbanyak. Informasi tersebut disampaikan melalui akun media sosial lembaga pada Rabu (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional," tulis PPATK.

Kawasan Jabodetabek kini berstatus zona merah judi online dengan sebaran konsentrasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Dari sepuluh wilayah dengan pemain terbanyak di Indonesia, empat daerah berada di DKI Jakarta, empat di Jawa Barat, dan dua di Banten.

"Dari 10 wilayah dengan pemain terbanya, empat berasal dari DKI Jakarta, empat berasal dari Jawa Barat, dua berasal dari Banten. Membentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi online nasional," tulis PPATK.

Berdasarkan data lembaga tersebut, Kabupaten Bogor menempati urutan pertama di Jabodetabek dengan 103.092 pemain dan nilai deposit mencapai Rp 414,4 miliar. Posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain berdeposit Rp 600,6 miliar, diikuti Jakarta Timur dengan 81.750 pemain dan deposit Rp 425,9 miliar. Sementara itu, Kota Bandung berada di peringkat keempat nasional dengan 80.549 pemain dan deposit Rp 341,7 miliar.

Pemetaan tingkat kecamatan di Jabodetabek menunjukkan Cengkareng memiliki pemain terbanyak yaitu 21.497 orang, disusul Cakung dengan 14.664 orang, Tanjung Priok sebanyak 13.769 orang, Kebayoran Lama sejumlah 9.948 orang, dan Bekasi Utara sebanyak 7.793 orang.

"Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak," tulis PPATK.

Demografi pemain didominasi oleh kaum laki-laki dengan usia produktif. Kelompok usia 20-30 tahun menjadi segmen dengan prevalensi terbesar, yang kemudian diikuti oleh masyarakat pada rentang usia 31-40 tahun.

"Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif," tulis PPATK.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Jabodetabek judi online ppatk
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author