DPD RI Kembali Gelar Ajang Penghargaan Tokoh Daerah 2026

Share

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kembali menggelar ajang DPD RI Awards 2026 guna memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh penggerak di daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (20/8/2026). Gelaran ini menyiapkan empat kategori utama penghargaan, yaitu Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, dan Pelestari Budaya Daerah, serta kategori Special Recognition Awards. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan ajang penghargaan tersebut yang dinilai menjadi wujud kerja sama nasional.

"Ini menunjukkan semangat kebersamaan untuk menuju Indonesia Emas 2045, ini bisa tercapai bila kita semua saling berkolaborasi dan bersinergi, malam hari ini kita buktikan bukti dan kolaborasi tersebut," kata Arifah pada malam penganugerahan DPD RI Awards 2025 lalu.

Arifah menambahkan bahwa lembaga DPD memiliki peran strategis untuk mengangkat kontribusi para tokoh daerah ke permukaan. "DPD ini bagian yang tidak terpisahkan dari proses bersama untuk membangun bangsa," ujar dia.

Dukungan senada disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang menilai ajang tersebut mampu mendorong kreativitas generasi muda di daerah. "Saya sangat mengapresiasi DPD RI telah mengadakan awards seperti ini, ini sangat memotivasi anak-anak muda di daerah untuk berkarya, berinovasi, dan menjadi sangat kreatif dan membuat ide-ide yang baik untuk daerahnya," ujar Widiyanti.

Sementara itu, Permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwana X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menilai penghargaan ini mencerminkan realitas yang ada di tengah masyarakat. "Dari awards yang disampaikan sebetulnya itu kondisi yang betul-betul terjadi di masyarakat, dan tidak hanya kita menilai, tetapi kita juga mengawal mereka dan kita juga bisa mengatasi problem-problem di daerah," ujar GKR Hemas. Dalam kriteria resmi, kategori Inovator Pendidikan Non-Formal ditujukan bagi individu yang memperluas akses belajar masyarakat.

"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI dalam laman resminya.

Untuk sektor kesehatan, penilaian difokuskan pada inovasi riset maupun penemuan medis yang bermanfaat luas. "Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD. Pada kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan, DPD mengarahkan fokus pada kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

"Ditujukan kepada Penggerak Desa Mandiri Pangan yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya.

Adapun kategori Pelestari Budaya Daerah ditujukan untuk pihak yang aktif mempromosikan kebudayaan daerah hingga tingkat internasional. "Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD.

Selain empat kategori tersebut, DPD RI juga menyiapkan Special Recognition Awards bagi pihak yang berkontribusi secara konsisten untuk kemajuan daerah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author