Konsumen Jatuh Sakit Akibat Kontaminasi Kencing Tikus di Minuman Kaleng

Share

Sejumlah konsumen di media sosial dilaporkan jatuh sakit hingga meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman kaleng yang diduga terkontaminasi air kencing tikus dari rak penyimpanan minimarket, sebagaimana dilansir dari Detik Food pada Selasa (23/6/2026).

Kasus fatal menimpa seorang pria bernama Along yang meninggal dunia akibat infeksi setelah mengonsumsi minuman kaleng tanpa mencuci kemasannya terlebih dahulu. Dokter mendiagnosis adanya paparan bakteri dari kencing tikus yang menempel pada kaleng dan ikut tertelan saat korban minum.

Kejadian serupa dialami oleh dua pengguna media sosial Threads asal Indonesia melalui akun @lumpiyah pada Minggu (15/6/2026) dan akun @salsyashera_ pada Senin (16/6/2026). Kedua wanita tersebut harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala keracunan pascakonsumsi.

Melalui unggahannya, pemilik akun @salsyashera_ juga menyertakan bukti video yang merekam seekor tikus sedang berkeliaran di rak minimarket. Hewan pengerat tersebut bahkan terlihat buang air kecil dan meninggalkan sisa air kencing pada deretan minuman kaleng yang dijual.

Menanggapi fenomena ini, ahli gizi Siti Soraya menjelaskan bahwa risiko penularan bakteri ini bersumber dari proses penyimpanan logistik makanan dan minuman yang terlalu lama di dalam gudang.

"Kalau dia (tikus) buang air kecil di minuman kaleng tersebut, walaupun tidak terbuka, otomatis menempel kotorannya di sana dan jadi kontaminasi bakteri. Bukan perihal air kencingnya saja, badannya (tikus) pun kotor," ujar Siti Soraya, Ahli Gizi.

Siti Soraya membenarkan bahwa tindakan proaktif seperti mencuci permukaan kaleng sebelum dibuka merupakan langkah pencegahan yang tepat. Namun, ia memberikan catatan khusus jika kondisi fisik kemasan produk tersebut sudah mengalami kerusakan.

"Mencuci minuman kaleng sebelum dikonsumsi efektif ya, bahkan beberapa juga mencucinya dengan sabun. Tetapi coba pastikan kembali, kalau sudah dihinggapi tikus sampai kena kotorannya bahkan digigit, cara mencuci nggak efektif lagi dilakukan karena sudah terkena bagian isi dalamnya dan bisa menjadi sumber peyakit," kata Siti Soraya, Ahli Gizi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author