IHSG Berpotensi Uji Level 6.000 Akibat Evaluasi MSCI dan Sentimen Eksternal

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Pergerakan ini dibayangi oleh sentimen eksternal serta hasil evaluasi terbaru dari MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Seperti diberitakan oleh Bloomberg Technoz, indeks acuan tersebut dinilai berpotensi menguji level 6.000.

Tekanan lanjutan berisiko muncul setelah adanya hasil MSCI Annual Market Classification Review. Phintraco Sekuritas menilai bahwa hasil peninjauan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar mengenai kelayakan investasi di tanah air. Meskipun demikian, posisi Indonesia saat ini masih dipertahankan dalam kategori Emerging Market (EM).

Dalam laporan resminya, MSCI mengapresiasi sejumlah langkah reformasi dari regulator. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor yang mendetail, serta penerapan indikator high shareholding concentration (HSC).

Selain itu, kenaikan batas minimum free float menjadi 15% juga turut mendapat pengakuan. Namun, pihak MSCI menegaskan akan terus memantau konsistensi serta efektivitas dari implementasi seluruh kebijakan baru tersebut. Apabila kemajuan yang memadai belum terlihat hingga peninjauan indeks pada November 2026, MSCI membuka peluang untuk melakukan langkah lain. Opsi tersebut termasuk membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Di tengah tekanan eksternal, pasar modal domestik juga sedang mencermati langkah antisipasi dari pemerintah. Stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun telah disiapkan untuk menghadapi paruh kedua tahun ini. Paket bantuan tersebut dialokasikan melalui delapan program utama. Program ini mencakup bantuan pangan, potongan harga transportasi, magang nasional, pelatihan vokasi, hingga pemberian insentif di sektor perpajakan.

Langkah stimulus ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat secara luas. Hal tersebut menjadi krusial di tengah situasi inflasi yang membayangi serta tingkat suku bunga yang masih tinggi. "Sentimen negatif dari eksternal dan hasil pengumuman MSCI diperkirakan akan memicu IHSG berpeluang menguji level 6.000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Rabu (24/6/2026).

Dari sudut pandang analisis teknikal, tren koreksi jangka pendek dinilai masih membayangi pergerakan indeks. Pergerakan IHSG saat ini terpantau masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

"IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 0,25% dan ditutup di level 6.101, pergerakan IHSG masih mampu berada di atas MA20 dengan disertai munculnya volume pembelian," kata Herditya dalam risetnya.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan posisi indeks kini berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Kondisi ini menyebabkan indeks masih rentan mengalami penurunan lanjutan. Area pengujian berikutnya diperkirakan berada pada rentang 5.723 hingga 5.972. Namun, setelah fase koreksi ini selesai, IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk berbalik menguat menuju kisaran level 6.548 hingga 6.782.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg MSCI pasar modal
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author