Pemprov Banten Berencana Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung karena Keterbatasan Lahan
Pemerintah Provinsi Banten merencanakan pemindahan lokasi atau relokasi gedung SMAN 3 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak ke tempat yang lebih luas akibat keterbatasan area yang menghambat pengembangan sekolah, Senin (22/6/2026).
Rencana pemindahan fasilitas pendidikan ini dilakukan karena kondisi lahan saat ini dinilai tidak representatif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar yang optimal, dilansir dari Detikcom.
Kepala Sekolah SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, mengonfirmasi bahwa ketiadaan lapangan olahraga membuat para siswa harus memanfaatkan ruang terbuka publik di luar area sekolah untuk berbagai aktivitas.
"Kalau hujan, halaman sekolah banjir. Air masuk ke sekolah karena saluran air tertutup akibat jalan yang ditinggikan," jelas Reri Yoseline, Kepala Sekolah SMAN 3 Rangkasbitung.
Kondisi infrastruktur tersebut dinilai menghambat aktivitas siswa yang dikenal aktif dalam menyelenggarakan kegiatan di lingkungan sekolah, bahkan pada masa libur.
"Siswa kami aktif dan betah di sekolah. Bahkan saat hari libur, mereka izin mengadakan kegiatan di sekolah. Asal mendapat izin dari orang tua, kami persilakan," tambah Reri Yoseline.
Pihak manajemen sekolah menyambut baik rencana pemindahan ini karena dinilai menjadi solusi terbaik untuk memenuhi standar prasarana yang memadai bagi para peserta didik.
"Tempat baru itu jaraknya hampir dua kilometer dari sini, di dekat Kantor Samsat Rangkasbitung di kawasan Ona," ujar Reri Yoseline.
Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan tanggapan mengenai urgensi perluasan lahan institusi pendidikan tersebut demi peningkatan daya tampung siswa.
"Sekolah ini lahannya hanya 2.800 meter persegi. Yang kami monitor adalah rencana relokasi. Kita lihat sendiri, (lahannya) sangat kecil dan sudah saatnya kita relokasi," kata Andra Soni, Gubernur Banten.
Pemerintah daerah menargetkan tempat baru nanti memiliki luas signifikan agar proses pengajaran berjalan lebih efektif dengan ruangan yang memadai.
"Lokasi baru di atas 6.000 meter persegi. Target pelaksanaan tahun 2027," kata Andra Soni.