Tahan Gempuran Ekuador, Curacao Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026

Share

Timnas Ekuador gagal memetik kemenangan saat berhadapan dengan tim debutan, Timnas Curacao, pada Matchday ke-2 Grup E Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium. Dilansir dari Bloombergtechnoz, skuad La Tricolor sebenarnya tampil sangat dominan dengan mencatatkan 75% penguasaan bola dan akurasi operan yang mencapai 92%. Meski terus digempur sepanjang pertandingan, Curacao sukses memaksakan hasil imbang tanpa gol berkat performa luar biasa dari penjaga gawang mereka, Eloy Room.

Kiper berumur 37 tahun tersebut bahu-membahu bersama lini pertahanan untuk meredam 26 tembakan dari Ekuador, yang mana 15 di antaranya tepat mengarah ke gawang.

Lini belakang The Blue Wave juga sukses mengamankan area pertahanan dari sembilan eksekusi tendangan sudut yang didapatkan oleh pihak lawan. Raihan satu poin ini melahirkan sejarah baru bagi dunia sepakbola Curacao karena menjadi poin perdana yang berhasil mereka amankan dalam ajang piala dunia.

Penjaga gawang utama Curacao langsung dipaksa bekerja keras ketika pertandingan baru berjalan selama dua menit di babak pertama. Penyerang andalan Ekuador, Enner Valencia, sempat melepaskan sebuah tembakan keras dari jarak dekat ke arah gawang Curacao.

Namun, Room secara gemilang mampu menepis peluang emas tersebut dan langsung membakar semangat juang rekan-rekan setimnya di lapangan. Keberhasilan menahan imbang tim kuat dari Amerika Selatan ini menjadi pembuktian besar bagi skuad Curacao setelah pada laga sebelumnya mereka ditekuk oleh Jerman. Misi menembus putaran final piala dunia ini sejatinya merupakan bagian dari proyek jangka panjang yang telah diinisiasi sejak sebelas tahun silam.

Negara Kepulauan Karibia yang hanya berpenduduk 156.000 jiwa tersebut memulai langkah nyata mereka pada tahun 2015 di bawah arahan pelatih Patrick Kulivert.

Room menjadi pemain pertama yang bersedia bergabung dalam proyek ambisius tersebut, sebelum akhirnya diikuti oleh barisan pemain lain hingga mampu menembus kualifikasi zona CONCACAF. “Setelah pertandingan melawan Jerman, kami ingin menunjukkan kepada dunia siapa kami, dan saya rasa hari ini kami menunjukkan sedikit gambaran tentang kemampuan kami,” kata Room dikutip dari laman FIFA. “Kami menunjukkan bahwa kami bisa bertarung habis-habisan, dan melawan tim Ekuador yang sangat kuat, kami juga membuktikan bahwa kami bisa bermain sepak bola. Ini lebih besar dari sekadar sepak bola,”

“Sebagai kiper, momen seperti itu memberi kepercayaan diri dan juga mengangkat semangat tim,” kata Room.

“Setelah itu, saya tahu kami akan terus ditekan sepanjang pertandingan. Saya merasa seperti tak terkalahkan, seperti tidak ada bola yang bisa lewat, dan itu perasaan yang luar biasa.” “Ini benar-benar seperti yang saya impikan sejak pertama kali memulai,” kata Room. “Proyek ini dimulai sebelas tahun lalu dengan tujuan sederhana: lolos ke Piala Dunia. Saya sangat bangga karena kami datang dari nol.”

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author