KTM Merelakan Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati Musim 2027
Pabrikan KTM secara resmi harus merelakan kepergian pembalap andalannya, Pedro Acosta, yang memutuskan bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo untuk musim 2027 dan 2028. Keputusan ini diambil setelah KTM dinilai gagal memberikan performa motor RC-16 yang kompetitif sepanjang kariernya di kelas utama.
Direktur Olahraga KTM, Pit Beirer, menyatakan bahwa pihak pabrikan memahami pertimbangan sang pembalap untuk beralih ke tim lain. Selama tiga tahun membela KTM di ajang MotoGP, Acosta belum pernah mengamankan satu pun kemenangan balapan dan hanya mencatatkan beberapa podium. Situasi tersebut diperparah oleh krisis internal yang dialami pabrikan asal Austria tersebut.
"Dia adalah bintang baru di paddock ini. Kami melakukan segalanya dengan benar. Menempatkannya di Rookies Cup, lalu memenangkan gelar dunia Moto3 dan Moto2.
Kami jeli dalam memilih talenta yang tepat. Dia adalah ‘sang pilihan’. Dan kehilangan dia, tentu saja bukan bagian dari rencana kami.
Kami telah berjuang keras untuk mempertahankannya," kata Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
KTM mengakui hambatan teknis yang terjadi pada musim 2025 menjadi salah satu alasan utama kegagalan mempertahankan pembalap asal Spanyol tersebut. Ketidakmampuan memproduksi motor baru memaksa tim bertanding menggunakan material lama untuk durasi lebih dari setengah musim.
"Namun, kami benar-benar harus menghormati keputusannya, karena menurut saya krisis yang dialami KTM juga turut berperan. Saya yakin, hal itu menyebabkan ‘kerusakan’ yang tidak bisa kami perbaiki pada 2025, saat kami harus membalap selama lebih dari separuh musim dengan material lama. Kami tidak bisa menyediakan motor baru seperti yang telah kami janjikan kepadanya. Kami harus mengakui bahwa saat itu kami belum cukup baik untuk memberinya keyakinan agar tetap bertahan," ujar Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Sebagai bentuk perombakan tim untuk musim 2027 dan 2028, KTM telah mengamankan tanda tangan dua pembalap top Ducati, yakni Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Langkah ini dipandang sebagai bentuk kompensasi atas pembentukan Acosta yang kini siap membalap untuk Ducati.
"Yah, kami telah membentuk dan memoles seorang pembalap yang luar biasa untuk Ducati. Jadi, menurut saya wajar jika kami mendapatkan pembalap hebat dari Ducati sebagai gantinya. Saya sangat senang, bangga, dan antusias karena kedua pembalap ini. Alex dan Diggia memutuskan untuk bergabung dengan kami," kata Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Pihak manajemen meyakini bahwa kedatangan dua pembalap baru tersebut menunjukkan komitmen KTM yang tetap menarik bagi jajaran pembalap papan atas. KTM bertekad menyediakan paket motor yang kompetitif bagi kedua amunisi barunya tersebut.
"Hal ini juga menunjukkan bahwa kami tidak hanya harus berusaha mempertahankan apa yang sudah kami miliki. Ada pembalap lain yang melirik kami, menaruh kepercayaan pada kami, dan datang bergabung. Mereka berdua datang kepada kami, dan kami merasa memikul tanggung jawab besar untuk membuat mereka bahagia serta memastikan mereka bisa tampil kompetitif," ujar Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Meskipun berhasil mempertahankan operasional dan meraih gelar di berbagai ajang balap lain, KTM menyadari bahwa tolok ukur utama kesuksesan pabrikan tetap terletak pada hasil pencapaian di kelas MotoGP.
"Menurut saya, seluruh tim di departemen balap kami di seluruh dunia dan di semua kelas balap sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa, karena ada tekanan besar mengingat situasi yang ada. Meski begitu, kami semua tetap fokus dan terus bekerja keras. Kami berhasil meraih banyak gelar dunia serta kemenangan, sembari menjaga proyek MotoGP kami tetap hidup dan sehat. Tapi tentu saja, kami tidak puas dengan hasil saat ini," kata Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
KTM menegaskan komitmennya untuk terus mengincar barisan terdepan mengingat ajang ini membutuhkan alokasi sumber daya serta biaya operasional yang sangat tinggi dari perusahaan.
"Kami ingin meraih hasil yang lebih baik di MotoGP. Di kelas balap lainnya di seluruh dunia, pada dasarnya kami berada di posisi terdepan. Namun pada akhirnya, kami dinilai berdasarkan hasil MotoGP karena ajang ini disiarkan di televisi, mendapat banyak sorotan media, dan juga karena proyek ini melibatkan banyak orang serta biaya yang sangat besar.
Jadi, kami harus sukses di MotoGP. Hal itu sudah sangat jelas," ujar Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Pabrikan asal Austria ini mengingat kembali awal perjalanan mereka di MotoGP yang dimulai dari jarak selisih waktu cukup jauh dari tim kompetitor utama sebelum akhirnya mampu mencetak kemenangan.
"Kami berhasil meraih beberapa kemenangan di MotoGP, dan itu membuktikan bahwa proyek ini tidak gagal. Saat kami masuk ke MotoGP sebagai perusahaan yang berasal dari dunia motocross, orang-orang berpikir mustahil bagi kami untuk meraih hasil apik disini. Saya ingat betul saat kami memulai dengan catatan waktu 3,5 detik lebih lambat dibandingkan Marc Marquez dan Honda di Qatar. Dan target kami adalah untuk memangkas selisih waktu tersebut," kata Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Tantangan terbesar yang dihadapi pabrikan saat ini adalah menjaga konsistensi di papan atas ketika persaingan dan pengembangan inovasi dari tim lawan berjalan sangat cepat.
"Jadi, saya bisa mengatakan bahwa pencapaian tertinggi kami adalah sudah pernah menang di kelas ini. Ini merupakan bukti kerja keras luar biasa dari orang-orang hebat di tim kami. Di sisi lain, tentu saja kita ingin terus berada di level tersebut.
Begitu menang dan berhasil naik podium, kita pasti ingin terus berada di posisi itu. Dan itulah sisi yang membuat frustrasi dari MotoGP. Terkadang, kita sendiri tidak melakukan kesalahan besar apa pun.
Hanya saja, pembalap dan tim lain terus membuat ke majuan, selangkah demi selangkah. Jika kita tidak mengambil langkah yang sama pada saat yang bersamaan, kita akan tertinggal," ujar Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Perubahan regulasi teknis dengan penggunaan mesin 850cc dipandang sebagai momentum baru bagi KTM untuk merestrukturisasi proyek balap mereka secara keseluruhan tanpa menggunakan alasan teknis masa lalu.
"Ini adalah kesempatan yang sangat unik bagi kami. Kami sudah lama berkecimpung di MotoGP, jadi kami harus memberikan hasil nyata. Motor 850cc ini benar-benar proyek baru yang dimulai dari nol, dan kami mencurahkan seluruh pengetahuan MotoGP kami ke dalam mesin baru ini.
Tidak ada lagi alasan terkait motornya. Ini adalah motor baru, pembalap baru, dan struktur timnya pun agak berbeda. Jadi, saya seperti menekan tombol reset.
Jadi saya tidak sabar menantikan tahun depan," kata Pit Beirer, Direktur Olahraga KTM.
Hingga seri ke-12 musim 2026, Acosta menempati posisi ke-7 klasemen sementara pembalap dengan perolehan 163 poin. Hasil ini menempatkan Acosta 16 poin di belakang Marc Marquez yang menempati peringkat ke-4, sementara rekan setimnya Brad Binder berada di urutan ke-13 dengan 72 poin.