Kemenkes Soroti Pemalangan RSUP Jayapura Terkait Sengketa Lahan

Share

Kementerian Kesehatan RI menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi pemalangan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, Papua, yang dilakukan oleh sejumlah individu sejak Rabu (17/6/2026) guna menuntut kejelasan status lahan.

Aksi penutupan akses utama ini dikhawatirkan dapat menghambat masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang memerlukan penanganan gawat darurat. Seperti dilansir dari Detik Health, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr Azhar Jaya, menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas vital yang pemanfaatannya tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun.

"Kami sangat prihatin dengan adanya aksi pemalangan di RSUP Jayapura. Rumah sakit adalah tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kami berharap aksi ini berlangsung damai, tidak anarkis, dan tidak menghalangi hak masyarakat untuk berobat," ujar dr Azhar Jaya melalui siaran pers, Jumat (19/6/2026).

Penutupan jalan masuk ini dinilai memiliki risiko besar bagi keselamatan pasien yang membutuhkan tindakan medis cepat. Oleh karena itu, pihak Kemenkes mendorong penyelesaian masalah ini melalui forum diskusi formal.

"Kami mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog. Jangan sampai ada pasien yang terlambat ditangani hanya karena akses ke rumah sakit tertutup. Keselamatan pasien adalah prioritas utama," tegas dr Azhar Jaya.

Pemerintah pusat tetap menaruh harapan agar tuntutan hak ulayat masyarakat adat setempat tersebut dapat dicarikan jalan keluar terbaik tanpa merugikan kepentingan publik yang lebih luas.

"Kami percaya, dengan dialog yang baik, persoalan ini dapat menemukan titik temu. Yang terpenting, layanan kesehatan bagi masyarakat Papua tidak boleh terhenti," pungkas dr Azhar Jaya.

Meskipun pintu utama masih terhalang, manajemen RSUP Jayapura memastikan operasional medis tetap berjalan dengan mengalihkan jalur masuk pasien dan petugas ke pintu kedua. Berdasarkan data terbaru, fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Inap, dan Rawat Jalan tetap aktif melayani 2 pasien di IGD, 33 pasien Rawat Inap, serta 6 pasien di ruang Rawat Intensif.

Guna menjaga situasi tetap kondusif, manajemen rumah sakit telah mengintensifkan koordinasi dengan Polresta Jayapura, Polsek Abepura, Korem, hingga Rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen). Langkah pengamanan internal juga diperkuat melalui penerbitan edaran kesiapsiagaan bagi seluruh pegawai shift sore dan malam serta penyampaian perkembangan kondisi terkini melalui akun media sosial resmi institusi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author