John Herdman Utamakan Budaya Mental Sebelum Taktik Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memprioritaskan pembangunan fondasi mental dan emosional para pemain sebelum menerapkan strategi permainan, sebagaimana dilansir dari Bola. Langkah tersebut diambil karena Herdman menilai taktik tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya budaya tim yang kuat.
Sistem permainan modern dinilai tidak akan cukup ketika para pemain menghadapi tekanan besar di lapangan. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, filosofi permainan harus ditopang oleh tujuan bersama yang kuat untuk menghadapi momen-momen sulit.
"Ketika orang merasa terhubung sedalam itu dengan sesuatu, maka taktik bisa bekerja karena saya bisa memberi Anda kerangka taktik," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Herdman menjelaskan bahwa sebuah identitas permainan yang agresif dan dinamis tidak akan penting saat pemain berada di bawah tekanan dan kelelahan. Oleh karena itu, ia menilai situasi sulit dalam pertandingan memerlukan ikatan emosional yang kuat antarpemain untuk tetap bertarung di lapangan.
"Saya bisa melakukan ini dengan tim mana pun dan mengatakan kami bermain dengan three-box-three dan identitasnya agresif, dinamis, langsung. Tetapi itu tidak penting di bawah tekanan, di bawah kelelahan, di bawah situasi ketika Anda berada di momen besar," jelas John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Faktor pengorbanan seperti kerja keras dan kesediaan membantu rekan setim menjadi elemen penting dalam sepak bola level tinggi. Herdman menganggap aspek-aspek tersebut yang menjadi pembeda saat tim bertanding.
"Yang penting adalah apakah tujuan itu cukup kuat untuk benar-benar menghidupkan taktik tersebut. Apakah orang akan berlari lima yard ekstra untuk kembali bertahan?" ucap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Mengenai identitas permainan, Herdman menginginkan Skuad Garuda tampil agresif, dinamis, dan bermain langsung ke depan. Meski demikian, ia kembali memastikan bahwa taktik hanyalah bagian kedua setelah pembangunan budaya persaudaraan.
"Apakah mereka akan mempertaruhkan tubuh mereka untuk rekan setim mereka, untuk negara mereka? Apakah mereka akan masuk ke tekel yang mungkin membuat mereka cedera? Itulah perbedaannya," terang John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Melalui ikatan persaudaraan tersebut, setiap pemain diharapkan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap tim dan negara. Budaya ini diyakini akan membuat pemain mau bekerja lebih keras di lapangan.
"Dan itu dimulai di sini dengan kerangka budaya, yaitu persaudaraan. Kemudian Anda bisa menghidupkan taktik. Jadi, budaya dan taktik memberi Anda kesempatan untuk melampaui ekspektasi. Itu keduanya," ucap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.