Davide Brivio Ungkap Kebaikan Valentino Rossi yang Jarang Diketahui
Sisi positif dari Valentino Rossi yang jarang tersorot media akhirnya dibongkar oleh mantan bos Yamaha dan Suzuki di MotoGP, Davide Brivio. Ia menjamin bahwa sosok berjuluk The Doctor tersebut senantiasa membantu rekan setimnya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.
Dikutip dari Detik Oto, Brivio menyampaikan dalam wawancaranya bersama Moto.it bahwa pebalap utama pada umumnya cenderung ingin mendominasi tim seorang diri. Bahkan, tidak sedikit pembalap yang berupaya menghalangi rekan satu timnya dalam mendapatkan komponen kendaraan tertentu.
Situasi berbeda justru ditunjukkan oleh Rossi selama berkarier. Pembalap yang berhasil mengoleksi sembilan gelar juara dunia tersebut selalu berharap rekan satu timnya mampu meraih kesuksesan yang setara dengannya. Sikap inilah yang membuat Brivio menilai Rossi sebagai pribadi yang sangat jujur dan adil.
"Valentino Rossi tidak pernah melakukan hal itu. Valentino selalu jujur, adil, dan setia (kepada rekan setimnya)," ujar Brivio, dikutip Selasa (25/8).
Sifat asli tersebut sayangnya kurang dipahami oleh publik secara luas. Rossi kerap mendapatkan citra sebagai sosok yang penuh trik serta egois, terutama dipicu oleh dinamika hubungannya dengan Jorge Lorenzo yang sempat memanas sewaktu membela Yamaha.
Brivio berani menjamin bahwa citra negatif tersebut tidak mencerminkan kepribadian Rossi yang sebenarnya. Di luar arena balap, mantan pembalap asal Italia itu dinilainya sebagai figur yang hampir tanpa cela.
"Saat negosiasi kontrak, saat pengambilan keputusan teknis, mungkin dia cerdik dalam konteks olahraga, cerdas dalam pertarungan, atau saat menyusun strategi karier," tuturnya.
"Namun, dalam hal kejujuran dan sikap adil, saya tidak pernah memiliki masalah apa pun tentangnya; saya bisa mengatasinya dengan lantang," kata dia menambahkan.
Pernyataan Brivio tersebut disinyalir mengarah pada tindakan Marc Marquez yang pernah berniat menghambat Dani Pedrosa di tim Honda. Kala itu, Marquez merasa tidak senang apabila komponen motor milik Pedrosa lebih unggul dibandingkan kepunyaannya.
"Dulu kami punya motor yang hebat dan semua bekerja dengan baik. Jadi jika ada bagian pengganti yang bagus untuknya, saya tidak menyukai itu," tutur Marquez dalam serial dokumenter bertajuk 'Marc Marquez: All In' yang tayang di platform Amazon Prime.
"Saya akan mengatakan 'Ini tidak bekerja, saya mau yang itu! Saya menginginkan bagian tersebut karena saya yang memimpin, jangan memberikan itu padanya'," kata dia menambahkan.