Borneo FC Tolak Menyerah Kejar Gelar Juara BRI Super League

Share

Persaingan perebutan takhta juara BRI Super League 2025/2026 tetap membara hingga pekan pamungkas. Borneo FC menegaskan komitmennya untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan demi meraih gelar juara musim ini.

Seperti dilansir dari Bola, tim berjuluk Pesut Etam tersebut enggan melempar handuk lebih cepat. Walau begitu, kepastian nasib mereka kini juga digantungkan pada hasil pertandingan yang dilakoni oleh Persib Bandung.

Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini sekarang tinggal menyisakan satu laga sisa. Persib Bandung menjadi tim yang paling diunggulkan untuk mengangkat trofi karena masih kokoh bertengger di posisi puncak klasemen sementara.

Peluang Maung Bandung untuk merayakan gelar juara pada akhir musim sangat terbuka lebar. Performa impresif skuad asuhan Bojan Hodak ini membuat mereka berada di ambang pencapaian hattrick juara dalam tiga musim berturut-turut.

Pada pertandingan pekan ke-33, Thom Haye dan rekan-rekannya berhasil membawa pulang poin penuh saat melawat ke markas PSM Makassar dengan skor akhir 2-1. Sebaliknya, hasil kurang maksimal didapat Borneo FC yang ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara.

Konsekuensi dari hasil tersebut membuat Borneo FC tertinggal dua angka dari Persib Bandung. Mengingat kompetisi tinggal menyisakan satu laga, kubu Samarinda kini mengharapkan adanya keajaiban demi mematahkan dominasi sang rival.

Pelatih Fabio Lefundes sempat angkat bicara mengenai nada miring yang meragukan kapasitas anak asuhnya. Padahal, Borneo FC sukses mengemas 75 poin setelah sebelumnya menumbangkan Bali United dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin (11/5/2026).

Tambahan tiga angka dari kandang PSM Makassar mengukuhkan posisi Persib Bandung di pucuk klasemen dengan perolehan 78 poin. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) untuk mengunci gelar juara.

Di kubu lawan, hasil seri kontra Persijap tidak hanya merugikan posisi klasemen tetapi juga menghentikan catatan impresif tujuh kemenangan beruntun milik Borneo FC. Penyerang mereka, Mariano Peralta, kini memasrahkan nasib tim pada keajaiban di pekan terakhir.

Borneo FC juga berada dalam posisi tidak diuntungkan karena kalah dalam catatan head-to-head dari Persib Bandung jika nantinya kedua tim memiliki poin sama. Oleh sebab itu, Pesut Etam wajib menang atas Malut United sembari berharap Persib tumbang di tangan Persijap.

Apabila skenario berjalan mulus, Borneo FC akan memimpin klasemen akhir dengan raihan 79 poin atau unggul satu angka dari Persib. Namun, jika rencana tersebut gagal total, mereka harus rela menyandang status sebagai runner-up.

Sikap Pantang Menyerah Pesut Etam

Borneo FC memilih untuk tetap menjaga optimisme meski peluang memenangi kompetisi terbilang tipis. Mereka siap memanfaatkan waktu 90 menit di Stadion Segiri untuk mengamankan poin penuh dari Malut United.

"Kini waktunya menuntaskan perjuangan bersama, dan ketika peluit akhir berbunyi, kita rayakan perjalanan panjang musim ini dengan bangga. This is Borneo, MANYALA!!" tulis unggahan dari akun ofisial Instargam Borneo FC.

Motivasi serupa juga ditiupkan oleh legiun asing Borneo FC, Mariano Peralta, menjelang partai hidup mati tersebut. Pemain asal Argentina ini menilai mengalahkan Malut United adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Kemenangan menjadi satu-satunya napas buatan bagi asa juara Pesut Etam, walaupun mereka tetap harus memantau hasil laga di Bandung. Mariano Peralta secara terbuka menolak opsi untuk menyerah sebelum laga usai.

"Kami terus berlanjut dengan peluang hingga permainan terakhir. Tim ini selalu menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Percaya hingga akhir," kata Mariano Peralta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author