Kiper Kadu Dekati PSS Sleman Usai PSBS Biak Degradasi
Penjaga gawang PSBS Biak, Kadu, mengonfirmasi rumor pergerakan transfer dirinya yang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen PSS Sleman untuk kompetisi musim depan melalui perantara sang agen.
Kepastian tersebut muncul setelah klub yang dibelanya saat ini, PSBS Biak, dipastikan terdegradasi ke Liga 2, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Untuk saat ini, itu baru sekadar rumor," ujar Kadu saat ditanya mengenai kabar dirinya bakal bergabung dengan PSS musim depan.
Pemain berusia 31 tahun itu menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai peluang kepindahan tersebut memang tidak dilakukan secara langsung oleh dirinya.
"Melalui agen," katanya saat ditanya lebih lanjut apakah manajemen Super Elja sudah menghubunginya.
Kiper asal Angola tersebut menegaskan ketertarikannya untuk melanjutkan karier di sepak bola Indonesia meskipun baru saja melewati musim yang berat.
"Saya tertarik bermain di liga Indonesia, kita lihat saja nanti. Sleman adalah tim yang bagus dengan suporter yang antusias; setiap pemain pasti ingin bermain di klub seperti itu," ungkap Kadu.
Mantan pemain FC Porto itu menambahkan bahwa PSS Sleman bukan satu-satunya tim yang menjajaki kemungkinan untuk merekrut dirinya.
"Kami sedang dalam pembicaraan dengan beberapa klub. Kami sedang menunggu kejuaraan ini selesai," ucap kiper berpostur 190 cm tersebut.
Kiper bertinggi badan 190 cm itu mencatatkan performa individu yang cukup kompetitif dengan masuk daftar lima besar penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di BRI Super League 2025/2026.
Berdasarkan data statistik, Kadu tampil dalam 26 pertandingan atau selama 2.180 menit bermain dengan membukukan tiga clean sheet dan kebobolan 54 kali.
Namun, catatan penampilannya terhenti karena sang pemain menolak bertanding dalam lima laga terakhir akibat permasalahan tunggakan gaji yang belum diselesaikan oleh manajemen PSBS Biak.
Rapuhnya lini belakang PSBS Biak turut memengaruhi jumlah kebobolan Kadu, di mana klub asal Papua tersebut menjadi tim dengan pertahanan paling buruk setelah kemasukan total 88 gol sepanjang musim.