PSSI Didesak Kebut Naturalisasi Pemain Demi Piala Asia 2027
Timnas Indonesia membidik target besar pada ajang Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi dari 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan. Skuad Garuda dipastikan bakal diperkuat oleh jajaran pemain terbaiknya, termasuk mereka yang merumput di kompetisi Eropa, seperti dikutip dari Bola.
Timnas Indonesia yang tergabung di Grup F dipastikan harus bersaing sengit dengan Thailand, Jepang, dan Qatar. Guna menghadapi tantangan besar tersebut, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diharapkan memanfaatkan waktu yang ada untuk menambah kekuatan lewat program naturalisasi.
Dua nama pemain keturunan di Benua Biru yang gencar dikabarkan menjadi bidikan adalah Luke Vickery dan Dean Zandbergen. Luke Vickery merupakan penyerang sayap berusia 20 tahun milik Macarthur FC yang memiliki darah Medan, sedangkan Dean Zandbergen adalah striker berumur 24 tahun dengan tinggi 188 centimeter yang membela VVV-Venlo dan memiliki darah Depok.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, mengharapkan langkah cepat dari PSSI dalam merekrut tenaga baru untuk mempertajam lini serang Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih John Herdman.
"Luke Vickery ini kan bukan murni sebagai nomor 9. Artinya, dia sama seperti Ole Romeny-lah. Bisa bermain sebagai nomor 10 dan bisa bergeser ke winger. Bermain lebih melebar," kata Ronny Pangemanan.
"Tapi kalau Dean Zandbergen benar-benar adalah pemain nomor 9. Nah, kita perlu mendapatkan itu. Kalau dia bisa datang, bagus di depan. Karena kita sudah punya pemain yang sekarang lagi pemulihan, Miliano Jonathans," ucap pengamat yang akrab disapa Ropan.
"Di Piala Asia, saya yakin karena masih tahun depan, Januari sampai Februari. Jadi kita punya kekuatan, kalau Dean Zandbergen misalnya bisa datang," tutur Ropan.
"Kalau dari saat ini ke tahun depan Januari, bisalah dikebut. Naturalisasi itu satu bulan juga bisa sebenarnya. Jadi kalau ada Dean Zandbergen, ada Ole Romeny, ada Miliano Jonathans kan bagus. Di depan juga ada Ragnar Oratmangoen, mungkin ditambah satu lagi yakni Eksel Runtukahu sebagai pelapis, sudah oke," ujar jurnalis senior tersebut.
Antisipasi Regenerasi Lini Tengah
Selain fokus menambah amunisi di sektor penyerangan, sektor gelandang juga memerlukan peremajaan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi penurunan performa dari para pemain senior seperti Thom Haye dan Joey Pelupessy.
"Atau kita bisa mendapatkan satu gelandang lagi karena kita harus mengantisipasi dengan usia Thom Haye yang sudah mulai melambat. Thom Haye and Joey Pelupessy kan sudah di atas 30 tahun semua. Harus mencari gelandang-gelandang yang bagus," kata Ropan.
"Kita memang masih punya yang muda macam Iver Jenner dan Ricky Kambuaya. Tapi kita harus perlu mencari gelandang-gelandang yang baru dan bagus. Nathan Tjoe-A-On bisa didorong ke gelandang, tapi kan mesti mencari pengatur ritme permainan yang bagus, siap yang menggantikan posisi Thom Haye."
"Tidak selamanya kita bergantung kepada Joey Pelupessy sebagai gelandang yang lebih kuat bermain di double pivot. Jadi kita harus mencari pemain seperti dia juga. Mungkin saja kalau Jordy Wehrmann bisa bergabung, dia salah satu alternatif".
"Tapi untuk jangka panjang, John Herdman harus memikirkan itu. Mencari pemain-pemain yang sekualitas Thom Haye. Waktu memang masih ada, tapi harus lebih cepat. Karena ini bergulir terus".
"Habis Piala AFF, kita sudah menghadapi FIFA ASEAN Cup September – Oktober. Itu kan agenda FIFA. Harus pemain-pemain yang bagus. Diizinkan semua klub di Eropa untuk memperkuat negara masing-masing. Termasuk Indonesia," ucap Ropan.