Netizen Koreksi Tuntutan Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Sejumlah pengguna media sosial mengoreksi dan menyusun ulang daftar tuntutan aksi demonstrasi yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026).
Gelombang koreksi dari publik tersebut memunculkan desakan baru yang menargetkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar diturunkan dari jabatannya. BEM UI bersama aliansi mahasiswa awalnya mengusung lima tuntutan dalam aksi bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut.
Lima poin awal tersebut meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga bahan pokok dan BBM, penolakan Program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme sipil, hingga desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.
Melalui platform X, akun dengan nama @@indepen***** kemudian merumuskan ulang draf tersebut menjadi sepuluh poin tuntutan baru. Pengunggah menambahkan isu penghentian proyek IKN, pengadilan terhadap Jokowi, pengurangan jumlah menteri, hingga tuntutan penurunan Gibran yang disebutnya sebagai anak haram konstitusi.
"Sebarkan!!!! MAHASISWA HARUS MENUNTUT INI BESOK," tulis netizen berakun @@indepen***** pada Kamis (11/6).
Langkah penyusunan ulang poin-poin tuntutan demonstrasi tersebut kemudian mendapat respons positif dari pengguna media sosial lainnya. Warta Ekonomi melaporkan bahwa draf koreksi itu dinilai lebih merepresentasikan aspirasi publik yang meluas.
"Minnn, ini sudah bijak dan tidak menyakiti siapapun, harusnya banyak yang setuju. btw kapan demo nya?," cuit akun @juli****.
Aksi unjuk rasa yang memicu perdebatan draf tuntutan di ranah digital ini dijadwalkan berlangsung di jantung ibu kota mulai pukul 10.00 WIB.