Menteri HAM Dorong Perguruan Tinggi Bentuk Karakter Kemanusiaan Generasi Muda

Share

Kementerian Hak Asasi Manusia mendorong penguatan kapasitas nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan bagi generasi muda melalui lingkungan perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur.

Langkah ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KemenHAM dan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang pada Senin, 9 Juni 2026, dilansir dari Detikcom.

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi memegang mandat strategis untuk membentuk nurani dan tanggung jawab sosial mahasiswa, selain mentransfer ilmu pengetahuan. Urgensi ini mencakup kesiapan akademisi dalam menghadapi berbagai tantangan HAM kontemporer seperti ketimpangan sosial, hak perempuan dan anak, perlindungan kelompok rentan, teknologi digital, hingga isu lingkungan.

Menurut Pigai, legitimasi moral dari suatu kekuasaan hanya akan diperoleh apabila digunakan demi memajukan serta melindungi martabat manusia. Oleh karena itu, dialog konstruktif antara akademisi dan pembuat kebijakan sangat penting agar pembangunan nasional tetap selaras dengan prinsip HAM.

"Universitas harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan mendalam terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan martabat setiap orang," ujar Pigai, Menteri HAM.

Pemerintah daerah menyambut baik kemitraan ini sebagai upaya perlindungan masyarakat di tengah dinamika digitalisasi yang membawa tantangan sosial baru.

"Kebebasan berekspresi di media sosial harus dikawal. Kita boleh berekspresi, tetapi tidak bebas merusak martabat orang lain. Di sinilah negara hadir untuk memastikan adanya HAM yang bertanggung jawab di era samudra digital ini," kata Emanuel, Gubernur NTT.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi perhatian KemenHAM terhadap generasi muda setempat. Pihaknya menilai wilayah NTT yang beragam masih menghadapi persoalan serius di era digital, termasuk maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kekerasan seksual daring, serta penyebaran ujaran kebencian.

Pihak kampus merespons tantangan tersebut dengan menyiapkan langkah konkret untuk menjadikan universitas sebagai pusat pengembangan dan studi HAM di wilayah tersebut.

Rektor UKAW Godlief F. Neonufa menyatakan komitmennya untuk memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan HAM di NTT melalui konsep Caturdharma Perguruan Tinggi dengan dimensi Spiritualitas Berbasis Imago Dei. Sebagai tindak lanjut kerja sama, UKAW menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi Pusat Studi HAM di NTT.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT Oce Yuliana Naomi Boymau berharap sinergi ini melahirkan budaya HAM yang bersumber dari kearifan lokal. Laboratorium akademis di UKAW diharapkan mampu memproduksi rekomendasi kebijakan publik yang progresif, serta memberikan ruang aman yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Flobamora.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri HAM turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri HAM Yosef Sampurna Nggarang dan Kakanwil KemenHAM NTT Oce Yuliana Naomi Boymau. Kedatangan rombongan disambut oleh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author