Timnas Indonesia Masuk Grup Berat Piala Asia 2027 Bersama Jepang
Persaingan sengit bakal tersaji di Piala Asia 2027 karena semua kelompok dihuni oleh tim-tim kuat yang memiliki kesempatan sama untuk menjadi pemenang, termasuk Timnas Indonesia. Seperti dikutip dari Bola, Skuad Garuda menempati Grup F dan harus bersaing ketat dengan tiga kontestan lain, yaitu Thailand, Jepang, serta Qatar.
Turnamen sepak bola bergengsi ini dijadwalkan bergulir di Arab Saudi mulai 7 Januari sampai 5 Februari tahun depan. Indonesia sendiri berhak melaju langsung tanpa melewati babak kualifikasi setelah berhasil menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai seluruh grup di Piala Asia kali ini akan menyajikan pertandingan yang tidak mudah bagi semua peserta.
"Semua grup sih berat kalau saya lihat ya. Tidak ada yang mudah, karena ini 24 tim semua tim-tim terbaik yang mengikuti kualifikasi dan semua lolos. Indonesia memang enggak ikut kualifikasi. Sebuah kebangaan buat kita bahwa satu-satunya tim dari Asia Tenggara yang tidak ikut kualifikasi, ya Indonesia," kata Ronny Pangemanan lewat kanal YouTube ITSMe baru-baru ini.
"Itu karena pencapaian kita di putaran ketiga Pra Piala Dunia 2026 zona Asia yang bagus, kita lolos sampai ke putaran keempat. Vietnam, Thailand, Singapura itu kan lewat kualifikasi semua. Sayang Filipina enggak lolos," imbuh pengamat yang akrab disapa Ropan.
"Jadi ada empat negara dari Asia Tenggara yang ikut Piala Asia saat ini. Malaysia tidak masuk karena kalah melawan Vietnam."
Ropan berpendapat bahwa pertandingan melawan Thailand akan menyedot perhatian lebih besar jika dibandingkan dengan menghadapi Vietnam. Alasan utamanya adalah Skuad Garuda belum pernah bertanding melawan Thailand sejak diperkuat oleh para pemain naturalisasi yang merumput di kompetisi Eropa.
"Kalau bicara soal peluang, kita berada di Grup F. Dalam undian, nama Indonesia keluar duluan, F4. Baru F3 Thailand. Saya memang lebih suka Thailand dibandingkan dengan Vietnam. Karena Vietnam dan Thailand itu kan berbeda di pot 3. Kita di pot 4," tukas Ropan.
"Ketika Vietnam berada di grup lain, yakni Grup E, kita di Grup F saya billing ini cocok karena bersama dengan Thailand. Jay Idzes cs. belum pernah bertemu dengan Thailand. Kalau dengan Vietnam sudah pernah ketemu di Hanoi. Kita menang 3-0."
Ujian Berat di Fase Grup
Pertandingan melawan Thailand tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya, tetapi juga menjadi ujian strategi bagi pelatih kepala John Herdman.
"Nah, ini jadi ukuran buat Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Thom Haye untuk bermain berhadapan dengan Thailand. Thailand kan tim yang bagus juga. Ini menarik. Jadi pertandingan pertama di Grup F itu, ya kita berhadapan dengan Thailand," tutur Ropan.
Kondisi persaingan di Grup F diprediksi semakin sengit karena Indonesia dan Thailand harus berhadapan dengan Jepang serta Qatar yang merupakan mantan juara Piala Asia.
"Masalahnya di grup itu, ada dua tim yang pernah juara Piala Asia. Qatar juara bertahan, bahkan back to back, 2019 sampai 2023 yang dimainkan di 2024 kan," ujar Ropan.
Harapan Agar Tidak Gentar
Ropan berharap seluruh pilar Timnas Indonesia bisa menjaga mental bertanding mereka dan tidak merasa takut menghadapi nama besar lawan.
"Jepang juara empat kali. Terbanyak di Asia yang juara itu, ya Jepang. Tidak mudah melawan Jepang. Kita sudah pernah merasakan itu di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di Stadion GBK kalah empat gol, main di sana kalah enam gol," kata Ropan.
"Tapi enggak masalah buat kita. Ini tantangan yang bagus buat John Herdman untuk bisa membuktikan skuadnya. Dengan kemewahan pemain yang dia punya, dia juga kan enggak kalah kalau soal materi pemain. Banyak yang bermain di liga-liga top Eropa. Jadi saya pikir peluang itu masih terbuka," pungkas Ropan.